Metode Al-Fahmi, Cara Baru Menghafal Al-Qur’an
Ket: Lulu Sarini, penyuluh Agama Kanwil Kemenag Sulteng sekaligus Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Sulteng bersama siswa TK Jannatul Ma'Wa.
Penulis: Moch. Rezky Ramadhan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako Palu
Hari itu, Rabu (20/5/2026) Suara tawa kecil memenuhi ruang kelas TK Jannatul Ma'Wa. Bukan suara belajar biasa melainkan suara anak-anak yang dengan penuh semangat menggerakkan jari-jari mungil mereka, mengikuti setiap petunjuk yang diberikan oleh mahasiswa KKN Fisip Universitas Tadulako Palu bersama Lulu Sarini, Penyuluh Agama Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah sekaligus Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Sulteng.
Program penyuluhan Al-Fahmi hadir bukan sekadar menyampaikan materi melainkan menghadirkan cara baru yang hangat dan menyenangkan dalam mendekatkan anak-anak usia dini dengan Al-Qur'an. Metode Finger Smart menjadi kunci: hafalan bukan dihafal dengan tekanan, melainkan digerakkan melalui isyarat jari yang melekat di memori.
Wajah-wajah kecil itu tampak berbinar. Raut girang terpancar jelas ini bukan kelas yang membebani. Para mahasiswa KKN memandu dengan penuh kesabaran, sementara Penyuluh Lulu memberikan arahan yang hangat dan berwibawa. Anak-anak mengikuti gerakan jari dengan serius namun tetap riang, berulang kali mempraktikkan hingga terasa alami di tangan mereka.
Sesi pembelajaran tak berhenti di situ. Untuk memastikan anak-anak tidak jenuh, tim KKN menghadirkan permainan klasik yang selalu dirindukan: Ular Naga Panjang. Riuh tawa pecah ketika barisan panjang anak-anak saling berpegangan, melewati "gerbang" yang dibentuk oleh dua mahasiswa, diiringi nyanyian ceria yang sudah akrab di telinga mereka.

Permainan ini bukan sekadar hiburan. Ia adalah jeda yang disengaja sebuah napas di antara konsentrasi, agar semangat belajar anak-anak tetap terjaga hingga penghujung acara. Dan berhasil: setelah bermain, anak-anak kembali ke sesi hafalan dengan energi yang tampak segar kembali.
Kegiatan ini adalah bukti bahwa KKN bukan sekadar formalitas akademik. Di balik setiap program yang dirancang, ada niat tulus untuk menyentuh kehidupan nyata masyarakat termasuk anak-anak yang masih belajar mengenal dunia. Dengan Metode Al Fahmi dan sentuhan permainan yang menyenangkan, mahasiswa KKN telah meninggalkan sesuatu yang lebih dari sekadar kenangan: sebuah cara belajar yang bisa terus tumbuh bersama mereka.
Karena hafalan terbaik bukan yang dipaksakan, melainkan yang dirasakan dan hari itu, anak-anak TK Jannatul Ma'Wa merasakannya dengan sepenuh hati.