IPARI Banggai Tanamkan Nilai Keagamaan kepada Siswa Baru SMPN 1 Toili Melalui MPLS
Ket: Pemaparan materi oleh Penyuluh Agama Islam Kemenag Banggai
Banggai (Kemenag Sulteng). Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Banggai melaksanakan penyuluhan keagamaan kepada peserta didik baru di SMP Negeri 1 Toili dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Kamis (9/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Sekolahku, Rumah Kedua yang Aman, Menyenangkan dan Menginspirasi” tersebut diikuti oleh 159 peserta MPLS. Penyuluhan keagamaan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi generasi muda sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
Ketua IPARI Kabupaten Banggai sekaligus Penyuluh Agama Islam Kecamatan Toili, Zuhra, dalam materinya menyampaikan pentingnya menumbuhkan kecintaan terhadap agama sejak dini sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia. Menurutnya, masa remaja merupakan fase yang sangat menentukan dalam pembentukan kepribadian, sehingga perlu dibekali dengan nilai-nilai keagamaan yang kuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman. Kecintaan terhadap agama, tidak hanya diwujudkan melalui ibadah semata, tetapi juga tercermin dalam sikap, perilaku, dan cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
.jpeg)
“Remaja yang mencintai agamanya akan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam setiap tindakan. Mereka akan lebih rajin beribadah, menghormati orang tua dan guru, menjaga tutur kata, serta memiliki karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman agama yang benar juga menjadi benteng yang kuat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh perilaku negatif yang bertentangan dengan norma agama dan sosial,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kecintaan terhadap agama juga dapat terlihat dari kepedulian sosial yang dimiliki seorang remaja. Mereka cenderung gemar berbagi, membantu sesama, menjaga pergaulan sesuai norma, serta mampu mengendalikan emosi dengan baik. Bahkan, remaja yang memiliki karakter religius biasanya akan bangga menunjukkan perilaku positif dan aktif mengajak teman-teman sebayanya untuk melakukan kebaikan.
“Ketika nilai-nilai agama telah tertanam dalam diri seorang remaja, maka ia tidak hanya menjadi pribadi yang baik untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi penggerak kebaikan di lingkungan sekitarnya. Inilah generasi yang kita harapkan, yakni generasi yang beriman, berakhlak, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan penyuluhan keagamaan tersebut menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan dan Kementerian Agama dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial kepada peserta didik. Diharapkan para siswa tidak hanya sukses dalam bidang akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah dan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Melalui peran aktif para penyuluh agama, Kementerian Agama terus menghadirkan layanan pembinaan umat yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda, sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Kemenag Berdampak yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan beragama dan pembangunan karakter bangsa.
.jpeg)