Di Masa Tua, Iman Tetap Menjadi Kekuatan: Penyuluh Agama Kristen Beri Penguatan bagi Lansia
Ket: Bimbingan Penyuluhan Agama Kristen pada kelompok wanita lanjut usia di Jemaat Bukit Zaitun Luwuk, Kolom 22 Kecamatan Luwuk Selatan
Banggai (Kemenag Sulteng). Masa lanjut usia merupakan bagian dari perjalanan kehidupan yang patut dijalani dengan penuh syukur, iman, dan pengharapan kepada Tuhan. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Helda, saat memberikan Bimbingan Penyuluhan Agama Kristen kepada kelompok wanita lanjut usia di Jemaat Bukit Zaitun Luwuk, Kolom 22 Kecamatan Luwuk Selatan, Minggu (13/9/2026).
Dalam penyuluhan tersebut, Helda mengangkat materi tentang bagaimana memaknai usia lanjut secara positif dan menjadikannya sebagai fase kehidupan yang tetap memiliki nilai, makna, serta tujuan. Ia menjelaskan bahwa bertambahnya usia memang membawa perubahan pada kondisi fisik dan kemampuan seseorang, namun hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan semangat maupun pengharapan dalam menjalani kehidupan.
“Usia lanjut bukanlah akhir dari perjalanan kehidupan. Ketika kekuatan fisik mulai berkurang, justru pada saat itulah kita semakin belajar untuk bersandar kepada Tuhan. Iman dan pengharapan kepada-Nya harus tetap menjadi kekuatan dalam menjalani setiap masa kehidupan, termasuk di usia lanjut,” ujarnya.
Untuk memperkuat pesan tersebut, Helda mengutip firman Tuhan dalam Mazmur 71:9, “Janganlah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis.” Menurutnya, ayat tersebut merupakan seruan jujur dari seorang lanjut usia yang memohon agar Tuhan tetap menyertai dirinya ketika kekuatan fisik mulai melemah.
“Ayat ini mengingatkan kita bahwa ketika kemampuan diri mulai terbatas, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Karena itu, jangan menjadikan usia dan keterbatasan sebagai alasan untuk kehilangan harapan. Tetaplah percaya bahwa Tuhan hadir, mengasihi, dan menyertai kita dalam setiap keadaan,” lanjutnya.
Helda menjelaskan, masa tua merupakan fase ketika manusia tidak lagi sepenuhnya dapat mengandalkan kekuatan fisik. Karena itu, para lanjut usia diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjadikan kehidupan rohani sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai perubahan yang menyertai usia.
Selain itu, bertambahnya usia tidak menghilangkan nilai dan keberhargaan seseorang. Meskipun aktivitas dan kemampuan fisik mulai terbatas, setiap pribadi tetap memiliki peran serta dapat memberikan teladan dan menjadi berkat bagi keluarga maupun lingkungan di sekitarnya.
Melalui bimbingan tersebut, para peserta diajak menerima proses menua dengan hati yang penuh syukur serta tetap memelihara iman dan pengharapan. Usia boleh bertambah, kekuatan fisik boleh berkurang, tetapi pengharapan kepada Tuhan harus tetap hidup. Bimbingan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Kristen Kemenag Banggai dalam memberikan penguatan iman dan pendampingan spiritual kepada masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.
Penulis: Helda, S.Th
