Perkuat Implementasi KBC, Kemenag Buol Hadirkan Instruktur Nasional Deep Learning Kemenag RI
Ket: Dokumentasi Pembukaan kegiatan Bimtek Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Guru RA/Madrasah se-Kabupaten Buol di Aula Assa'adah MAN Buol.
Buol (Kemenag Sulteng) - Menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks di era modern, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol terus mendorong peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru RA dan madrasah se-Kabupaten Buol yang dilaksanakan di Aula Assa’adah MAN Buol, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol, Taufik Abd. Azis, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad), Mashuri M. Pake.
Dalam sambutannya, Taufik menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Bimtek KBC yang dinilainya sebagai bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mengembangkan potensi dan kompetensi guru di Kabupaten Buol.
Taufik juga menyambut kedatangan narasumber Bimtek, H. Shofar Solahudin Bisri, yang merupakan instruktur nasional deep learning Kementerian Agama RI sekaligus tergabung dalam Tim Pengembang Kurikulum Madrasah pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
“Selamat datang di Kabupaten Buol, daerah paling ujung Sulawesi Tengah. Semoga Bapak bisa betah di Kota Ambal,” ujar Taufik.
Menurutnya, pelaksanaan Bimtek yang diinisiasi oleh Seksi Pendidikan Madrasah tersebut merupakan langkah strategis untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya guru di lingkungan RA dan madrasah Kabupaten Buol.
Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang telah mengambil bagian dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan madrasah melalui kegiatan pengembangan kompetensi guru.
“Ini merupakan sebuah langkah yang luar biasa karena kegiatan ini memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Buol,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Bimtek, Usama, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 106 peserta yang merupakan perwakilan guru RA dan madrasah dari seluruh wilayah Kabupaten Buol.
Usama menjelaskan, Bimtek KBC berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad, 26–27 September 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap tantangan pendidikan di era modern yang semakin kompleks dan membutuhkan perubahan paradigma pembelajaran.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian aspek kognitif, tetapi juga perlu memperhatikan pembentukan karakter, sentuhan emosional, serta kesehatan mental peserta didik.
“Karena pentingnya hal ini, kami sepakat melaksanakan Bimtek pada hari ini dengan tujuan meningkatkan pemahaman guru tentang konsep dan filosofi Kurikulum Berbasis Cinta, memberikan wawasan baru tentang peran guru yang tidak hanya sekadar mengajar, tetapi juga menjadi fasilitator dengan mengedepankan pendekatan rasa cinta kepada murid, serta meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan,” jelas Usama.
Melalui Bimtek tersebut, para guru diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai KBC, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran dan interaksi sehari-hari di lingkungan madrasah.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana pendidikan yang lebih humanis, aman, nyaman, dan bermakna bagi peserta didik, sekaligus memperkuat peran guru sebagai pendidik yang mampu mendampingi perkembangan akademik, karakter, dan sosial-emosional peserta didik.
Kegiatan Bimtek KBC bagi guru RA dan madrasah se-Kabupaten Buol selanjutnya diisi dengan berbagai materi dan sesi penguatan yang disampaikan oleh narasumber, sebagai bekal bagi para peserta untuk menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Berbasis Cinta dalam pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing. (SH-MANBuol)