Perkuat Komitmen WBK/WBBM, MAN Banggai Gelar Pembinaan dan Penguatan Implementasi Zona Integritas
Ket: Dokumentasi Kegiatan Pembinaan dan Penguatan Implementasi Zona Integritas (ZI)
BANGGAI (Humas MAN Banggai) – Dalam upaya mengakselerasi terwujudnya tata kelola kelembagaan yang bersih, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas tinggi, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Banggai menggelar Kegiatan Pembinaan dan Penguatan Implementasi Zona Integritas (ZI) pada Rabu (12/8/2026). Kegiatan strategis yang bertempat di lingkungan MAN Banggai ini dihadiri langsung oleh Tim Pembina dari Pusat Kementerian Agama Republik Indonesia, perwakilan dari Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Kabupaten Banggai, serta seluruh anggota Tim ZI MAN Banggai yang terdiri dari Pokja 1 hingga Pokja 5 dengan jumlah 18 orang peserta.
Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala MAN Banggai, Muhammad Basri, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih atas pencerahan dan pendampingan yang diberikan oleh Tim Pusat Kementerian Agama RI dan jajaran Pendis Kemenag Kabupaten Banggai. Muhammad Basri menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar memenuhi syarat administratif belaka, melainkan merupakan ikhtiar nyata dan komitmen bersama seluruh civitas akademika dalam membangun budaya kerja yang berintegritas. Beliau berharap pembinaan ini dapat memberikan dorongan energi baru bagi seluruh tim untuk mewujudkan madrasah yang unggul, berprestasi, dan dipercaya oleh masyarakat luas.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan, arahan, sekaligus pemaparan materi pembinaan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) oleh Tim Pusat Kementerian Agama. Dalam pemaparannya, tim pemateri memberikan gambaran komprehensif mengenai langkah-langkah strategis dan taktis dalam merespons indikator penilaian ZI. Pemateri menekankan pentingnya penguatan pada enam area perubahan, peningkatan mutu pelayanan publik, pencegahan potensi gratifikasi, serta perbaikan sistem pengawasan internal. Di samping itu, kunci utama dari keberhasilan pembangunan ZI terletak pada transformasi pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) dari seluruh aparatur sipil negara di lingkungan madrasah.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta dari Pokja 1 hingga Pokja 5 secara bergantian memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi mengenai pemenuhan kriteria penilaian, penyusunan eviden yang valid, hingga penyelesaian berbagai kendala teknis di lapangan. Tim Pusat Kementerian Agama memberikan panduan konkret serta masukan konstruktif guna memantapkan kesiapan setiap pokja dalam menyusun dan melengkapi seluruh dokumen pendukung secara optimal.
Sebagai tahap akhir, kegiatan diisi dengan penyusunan catatan tindak lanjut yang merangkum seluruh rekomendasi dan masukan dari pemateri. Seluruh anggota Tim ZI MAN Banggai menyatakan komitmen bersama untuk segera menindaklanjuti poin-poin catatan tersebut sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Acara kemudian ditutup secara resmi dengan semangat kebersamaan. Melalui pembinaan ini, MAN Banggai semakin optimistis dan mantap melangkah dalam meraih predikat WBK dan WBBM demi kemajuan serta martabat pendidikan madrasah.