Dekatkan Layanan, Perkuat Pendidikan: Kakankemenag Banggai Laut Kunker ke Bokan Kepulauan
Ket: Foto bersama saat Kunker
Banggai Laut (Kemenag Sulteng) — Menjangkau wilayah kepulauan bukan sekadar tentang hadir secara fisik, tetapi juga memastikan pembinaan, pengawasan, dan pelayanan pendidikan keagamaan berjalan hingga ke pelosok. Semangat inilah yang mewarnai kunjungan kerja (kunker) perdana Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Laut, Zulfan Kadim, di Kecamatan Bokan Kepulauan, pada 11–12 Oktober 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Zulfan Kadim didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam, Ansar, Pengawas Madrasah, Pengelola Kepegawaian, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Banggai Laut bersama sekretaris dan anggota. Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus melihat secara langsung kondisi satuan pendidikan dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di wilayah kepulauan.
Rangkaian kegiatan meliputi pembinaan guru madrasah, monitoring realisasi dan Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Tahap I Tahun 2026 di MAS Al-Hikmah Panapat dan MTs Paisubebe, serta monitoring tiga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), yakni TPQ Nurul Yaqin di Desa Panapat, TPQ Fastabiqul Khairaat di Desa Mbuang-mbuang, dan TPQ Nurul Hikmah di Desa Bungin.
Dalam laporannya, Kasi Pendidikan Islam, Ansar, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen Kemenag Banggai Laut untuk mendekatkan pelayanan dan pembinaan kepada satuan pendidikan, sekaligus memahami secara langsung kondisi, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi madrasah di wilayah kepulauan.
Menurut Ansar, kunjungan ini melanjutkan agenda pembinaan yang sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah madrasah di Kecamatan Banggai dan Labobo. Melalui kunjungan ke Kecamatan Bokan Kepulauan, Kemenag berupaya memperluas jangkauan pelayanan agar pembinaan pendidikan keagamaan dapat dirasakan secara merata.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru madrasah swasta yang terus menjalankan tugas dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan tanggung jawab, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
Ansar mencontohkan MAS Al-Hikmah Panapat yang telah melahirkan alumni dan kini mengabdi sebagai PNS maupun PPPK di Kabupaten Banggai Laut, termasuk di lingkungan Kementerian Agama. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa madrasah swasta memiliki kontribusi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
Ia berharap semangat pengabdian para guru terus terjaga serta kebijakan pemerintah ke depan semakin membuka peluang bagi guru madrasah swasta untuk memperoleh kepastian status kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kakankemenag Banggai Laut, Zulfan Kadim, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan madrasah harus dibangun melalui komitmen dan kerja sama seluruh pihak, terutama para tenaga pendidik sebagai ujung tombak proses pembelajaran.
Ia mengingatkan bahwa tugas guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, membangun kedisiplinan, dan memperkuat akhlak peserta didik.
“Guru memiliki peran penting dalam menentukan kualitas generasi masa depan. Karena itu, pengabdian harus senantiasa disertai dengan peningkatan kompetensi, integritas, kedisiplinan, dan keteladanan,” tandasnya.
Zulfan juga mendorong para pendidik agar tetap optimistis dan terus berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan terbaik, termasuk di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri. keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat.
Selain pembinaan, Kakankemenag bersama rombongan melakukan monitoring realisasi dan LPJ BOS Madrasah Tahap I Tahun 2026 pada MAS Al-Hikmah Panapat dan MTs Paisubebe. Kegiatan ini bertujuan memastikan pengelolaan dana BOS berjalan transparan, akuntabel, tertib administrasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui monitoring tersebut, madrasah diharapkan semakin cermat dalam mengelola anggaran dan menyusun laporan pertanggung jawaban, sehingga dana BOS dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kebutuhan operasional dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Perhatian terhadap pendidikan keagamaan juga diwujudkan melalui monitoring tiga TPQ di Desa Panapat, Mbuang-mbuang, dan Bungin. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kemenag dalam mendukung keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an serta memperkuat pembinaan keagamaan sejak usia dini.
Melalui rangkaian kunker ini, Zulfan Kadim berharap sinergi antara Kemenag, madrasah, guru, dan pengelola TPQ semakin solid. Kehadiran langsung jajaran Kemenag di Kecamatan Bokan Kepulauan diharapkan tidak hanya memperkuat pengawasan dan pembinaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi para pendidik untuk terus memberikan pengabdian terbaik.
Kunjungan tersebut menegaskan komitmen mendekatkan pelayanan, memperkuat tata kelola pendidikan, dan mendorong pemerataan layanan keagamaan. Dengan kolaborasi dan semangat pengabdian, pendidikan madrasah dan Al-Qur’an di wilayah kepulauan diharapkan semakin maju serta mampu melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. (MH)




