Kakankemenag Banggai Hadiri Peringatan Isra Mi’raj dan Pengajian Akbar Hubbul Wathan di Kintom
Ket: Kakan Kemenag Banggai Bersama Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banggai, Camat Kintom, Kepala KUA Kintom, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat
Banggai (Kemenag Sulteng). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Suardi Kandjai, menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Pengajian Akbar Hubbul Wathan tingkat Kecamatan Kintom. Selasa (27/1/2026).
Dalam sambutannya, Suardi Kandjai menekankan pentingnya menjaga shalat sebagai benteng ketahanan keluarga. Ia menyampaikan bahwa saat ini banyak keluarga yang mengalami permasalahan, salah satunya disebabkan kurangnya penghayatan terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam shalat.
.png)
“Data tahun 2025 menunjukkan angka perceraian di Kabupaten Banggai cukup tinggi, mencapai 965 kasus. Ini menjadi perhatian serius kita bersama. Sudah saatnya BP4 kembali dihidupkan di KUA sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banggai yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banggai, Mujiono dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga persatuan, terlebih di tengah dinamika politik yang berkembang.
.png)
Ia juga menegaskan bahwa shalat memiliki peran strategis sebagai benteng pemersatu umat, serta pentingnya menerapkan moderasi beragama sebagai jalan tengah. “Pemahaman dan pengamalan ajaran agama harus dilakukan secara seimbang, tidak bersikap ekstrem, namun juga tidak bersikap terlalu longgar, sehingga dapat memperkuat persatuan dan moderasi beragama.”tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala KUA Kintom Usman Jayadi membawakan ceramah hikmah Isra Mi’raj. Ia menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan pelajaran berharga bagi generasi tercerahkan dalam menyikapi dinamika zaman.
Menurutnya, setiap peristiwa yang dialami Rasulullah SAW, baik sebelum, saat, maupun setelah Isra Mi’raj, mengajarkan nilai persatuan, kepedulian sosial, dan moderasi beragama. Seluruh nilai tersebut terakumulasi dalam misi sosial profetik kenabian yang puncak amaliahnya terletak pada shalat.
“Shalat adalah panggilan kasih sayang, panggilan cinta. Karena itu, shalat yang dilandasi cinta akan melahirkan kerinduan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) bekerja sama dengan Majelis Taklim Hubbul Wathan Lilkhairaat dan dipusatkan di Desa Kalolos, Kecamatan Kintom. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kintom, Kepala KUA Kintom beserta jajaran, serta seluruh Majelis Taklim se-Kecamatan Kintom.

