Komitmen Disiplin ASN dan Peningkatan Mutu Madrasah, Kemenag Buol Lakukan Monitoring di Hari Pertama Kerja
Ket: Foto Bersama Guru di MAN Buol dengan Plt. Kepala Kankemenag Buol serta Ketua Pokjawas.
MAN Buol (Kemenag Sulteng) - Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buol melakukan kegiatan monitoring ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buol pada hari pertama masuk kerja setelah libur Idulfitri, Senin (30/3/2026). Kunjungan tersebut didampingi oleh Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) sebagai bentuk pengawasan sekaligus pembinaan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan madrasah.
Dalam arahannya saat memberikan pembinaan kepada para ASN, Plt. Kepala Kankemenag Buol, Isman, menekankan pentingnya kedisiplinan, khususnya terkait kehadiran tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di hari pertama kerja. Ia meminta pihak madrasah untuk menyajikan data kehadiran yang jelas dan akurat.
“Atas nama Kepala Kantor Kemenag, saya berharap Bapak Kepala Madrasah dapat memberikan catatan khusus terhadap ASN guru yang tidak hadir hari ini, apakah karena cuti atau alasan lainnya. Harap dituliskan secara jelas dalam daftar hadir manual, dan tentunya harus siap dipertanggungjawabkan apabila ketidakhadirannya tanpa keterangan yang jelas,” tegas Isman.
Menanggapi hal tersebut, Kepala MAN Buol, Salman Dj Adjud, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim monitoring serta memberikan penjelasan terkait kondisi kehadiran guru di madrasah yang dipimpinnya. Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa guru yang belum dapat hadir karena berbagai alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Ada dua guru yang saat ini masih dalam perjalanan kembali dari Makassar ke Buol dan diperkirakan tiba sore hari ini. Selain itu, ada yang sedang cuti karena urusan penting, serta ada pula yang izin karena merawat orang tua yang sedang sakit,” jelas Salman.
Sementara itu, Ketua Pokjawas, Ruhuddin, turut menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para guru. Ia menyoroti keterkaitan antara jumlah guru yang telah tersertifikasi dengan pemenuhan jam mengajar, serta pentingnya strategi madrasah dalam meningkatkan jumlah peserta didik baru.
“Kita telah mendedikasikan ilmu kita untuk madrasah ini, dan saya yakin Bapak/Ibu guru telah melaksanakan tugas dengan maksimal. Namun, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait pemenuhan jam mengajar yang mungkin belum mencukupi akibat keterbatasan rombongan belajar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ruhuddin menegaskan bahwa tantangan tersebut harus dijawab dengan upaya bersama untuk menarik minat calon siswa baru. Menurutnya, membangun citra positif madrasah di tengah masyarakat menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan dan minat peserta didik.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan lebih banyak siswa baru. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun citra positif madrasah di masyarakat, sehingga mereka tertarik untuk memilih MAN Buol sebagai tempat menimba ilmu,” pungkasnya.
Kegiatan monitoring ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan ASN serta mendorong peningkatan mutu pendidikan di MAN Buol, khususnya dalam menghadapi tantangan di akhir semester genap tahun pelajaran ini. (SH-MANBuol)