Hari Kesadaran Nasional, ASN Kemenag Palu Didorong untuk Berdampak
Ket: Suasana Upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Kamis (17/9/2026).
Palu, Kemenag — Kantor Kementerian Agama Kota Palu melaksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman kantor, Kamis, (17/09/2026). Kegiatan yang dilaksanakan setiap tanggal 17 tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan amanah, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Upacara dimulai pada pukul 07.30 WITA dan diikuti jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Palu beserta unsur satuan kerja dan pemangku kepentingan layanan keagamaan serta pendidikan agama di Kota Palu. Para peserta mengenakan seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), sementara peserta laki-laki menggunakan kopiah hitam.
Peserta upacara terdiri atas Kepala Subbagian Tata Usaha, kepala seksi, penyelenggara, pengawas madrasah, pengawas pendidikan agama, kepala madrasah, kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan, penghulu, penyuluh agama, kepala urusan tata usaha madrasah negeri, guru pendidikan agama, ASN KUA kecamatan, serta ASN Kantor Kementerian Agama Kota Palu.
Dalam amanatnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Ahmad Hasni, menegaskan bahwa Hari Kesadaran Nasional tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan rutin bulanan. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi ASN mengenai tanggung jawabnya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, negara, dan daerah.
“Hari Kesadaran Nasional bukan sekadar kegiatan rutin setiap tanggal 17. Ini adalah momentum untuk mengingatkan kembali bahwa kita adalah ASN yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, negara, dan daerah,” tegasnya.
Pelaksanaan Hari Kesadaran Nasional pada September 2026 juga berada dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun Kota Palu. Karena itu, Kepala Kantor mengajak seluruh jajaran tidak hanya memaknai hari ulang tahun tersebut sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengevaluasi kontribusi Kementerian Agama terhadap kemajuan daerah.
Menurutnya, Kota Palu merupakan rumah, tanggung jawab, dan masa depan bersama. Semangat persaudaraan, toleransi, serta kebersamaan perlu terus dijaga untuk mendukung kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang.
Kementerian Agama memiliki ruang kontribusi yang khas dalam pembangunan Kota Palu. Selain menjalankan administrasi dan pelayanan publik, Kementerian Agama juga melaksanakan tugas dalam bidang agama, pendidikan, kerukunan, pembinaan umat, serta pembangunan karakter masyarakat.
Dalam amanat tersebut, Kepala Kantor menyampaikan lima perhatian kepada seluruh jajaran. Perhatian pertama adalah peningkatan kualitas pelayanan. ASN diminta memberikan pelayanan yang cepat, ramah, transparan, dan solutif sehingga masyarakat memperoleh kejelasan serta penyelesaian atas keperluan yang disampaikan.
“Masyarakat membutuhkan ASN yang cepat, ramah, transparan, dan solutif. Jangan sampai masyarakat datang ke kantor membawa persoalan, tetapi pulang membawa persoalan yang lebih banyak,” pesannya.
Perhatian kedua adalah penguatan kerukunan umat beragama. Keberagaman masyarakat Kota Palu perlu ditempatkan sebagai kekuatan untuk saling mengenal, menghargai, dan bekerja sama, bukan sebagai alasan untuk membangun jarak. Upaya menjaga kerukunan menjadi bagian penting dari kontribusi Kementerian Agama dalam merawat Kota Palu sebagai rumah bersama.
Perhatian ketiga berkaitan dengan penguatan kolaborasi. Pelaksanaan tugas dan program Kementerian Agama membutuhkan kerja bersama dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar program dan pelayanan dapat menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Perhatian keempat adalah menjaga integritas dan disiplin ASN. Seluruh aparatur diajak bekerja secara jujur, bertanggung jawab, dan profesional. Kehadiran ASN tidak cukup hanya ditunjukkan melalui keberadaan fisik di kantor, tetapi juga harus dapat dirasakan melalui manfaat pekerjaan dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Perhatian kelima ialah menjadikan semangat Hari Ulang Tahun Kota Palu sebagai energi untuk terus bergerak. Kepala Kantor mengingatkan agar pelaksanaan program tidak berhenti pada kegiatan dan penyusunan laporan, melainkan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan umat dan masyarakat Kota Palu.
Amanat tersebut juga menyoroti perjalanan dan berbagai tantangan yang telah dilalui Kota Palu. Pengalaman itu menunjukkan bahwa kekuatan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh persatuan, kerukunan, gotong royong, serta kualitas sumber daya manusia.
Berlandaskan semangat “Palu Bergerak Bersama”, jajaran Kementerian Agama Kota Palu diharapkan mengambil bagian dalam membangun masyarakat yang religius, toleran, maju, berkarakter, dan harmonis. Peran tersebut dijalankan melalui pelayanan keagamaan, pendidikan, pembinaan umat, penguatan kerukunan, serta kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Kepala Kantor selanjutnya mengajak seluruh jajaran menerapkan prinsip kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja berdampak. Prinsip itu menempatkan pekerjaan ASN bukan semata-mata sebagai rutinitas kedinasan, melainkan sebagai amanah dan bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Melalui Upacara Hari Kesadaran Nasional, seluruh jajaran diingatkan untuk terus memperkuat kedisiplinan, profesionalitas, tanggung jawab, dan orientasi pelayanan. Kementerian Agama Kota Palu diarahkan untuk semakin hadir, semakin dekat dengan masyarakat, serta semakin nyata manfaatnya dalam mendukung kehidupan keagamaan, pendidikan, kerukunan, dan pembangunan karakter masyarakat Kota Palu.

