Semarak Peringatan Maulid Nabi di Kalamalea: Momen Memperkuat Akhlak hingga Ajak Warga Shalat Istisqa
Ket: Kakan Kemenag Poso menyampaikan hikmah Maulid Nabi
Poso (humas Kemenag) – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Masjid Al-Muhajirin Kalamalea pada Minggu (6/9/2026). Jamaah masjid bersama Wanita Islam Alkhairaat (WIA) Kalamalea sukses menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M. Acara ini makin istimewa karena dirangkaikan langsung dengan pelantikan Pengurus Ranting WIA Dusun Kalamalea masa bakti 2026–2031.
Mengusung tema “Membangun dan Memajukan Kehidupan Keluarga Melalui Keteladanan Akhlak Mulia dan Ibadah yang Istiqomah”, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Poso, H. Sutami M. Idris, yang juga didaulat membawakan hikmah Maulid.
Dalam tausiahnya, H. Sutami menegaskan dua pesan utama dari peringatan Maulid Nabi.

“Tujuan dari maulid nabi ini ada dua. Yang pertama bagaimana kita mencintai Rasulullah SAW. Dan yang kedua meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,”
Kehadiran Kakan Kemenag Poso menjadi wujud nyata dukungan Kementerian Agama terhadap berbagai program dan peran aktif WIA di tengah masyarakat.
Tak hanya menyampaikan hikmah Maulid, H. Sutami memanfaatkan momen tersebut untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat Poso melaksanakan Salat Istisqa mohon diturunkannya hujan. Imbauan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi bersama Ketua MUI dan jajaran, serta KanKemenag Kab. Poso, terkait guna menghadapi musim kemarau panjang yang tengah melanda wilayah Poso. Salat Istisqa rencananya digelar serentak pada Kamis 10 September 2026 bertempat di lapangan Sintuwu Maroso.
Acara maulid ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting daerah, di antaranya bupati Poso yang diwakili Asisten II Setda Kab. Poso, Ir. Abd. Kahar Latjare, Anggota DPRD Sulawesi Tengah, Ir. Baharuddin Syafii,Ketua Komda Alkhairaat dan ketua WIA kabupaten Poso beserta jajaran, Ketua BAZNAZ kabupaten Poso, Kasi Bimas Islam kantor Kemenag Poso, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.




