Kemenag Buol Gelar Pekan Olahraga HAB Ke-80, Kakan Ajak Peserta Berlomba Demi Kebaikan
Ket: Kakan Kemenag Buol membuka Pekan Olahraga HAB Ke-80 Tahun 2026 Tingkat Kemenag Buoll
Buol (Kemenag Sulteng) – Pekan Olahraga Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-80 Tahun 2026 Tingkat Kementerian Agama Kabupaten Buol secara resmi di mulai. Kegiatan yang berlangsung meriah dan dihadiri oleh seluruh ASN Kemenag Buol dan perwakilan madrasah ini dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Buol Nurkhairi di Halaman Kantor Kemenag Buol, Rabu (26/11/2025).
Perlombaan yang dilangsungkan mulai tanggal 26 November sampai dengan 5 Desember 2025 ini diikuti oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenag Kabupaten Buol, dengan mempertandingkan cabang olahraga hingga permainan rakyat yang menguji kekompakan dan kelincahan, meliputi Bola Voli, Bulu Tangkis, Sepak Takraw, Lari Karung dan Lomba Bakiak.
Kakan Kemenag Nurkhairi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pekan Olahraga HAB bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan antar pegawai dalam satu kesatuan keluarga Kemenag Buol.
“Menang kalah itu biasa. Jangan nanti di akhir kegiatan ada yang iri, ada yang benci. Mari kita junjung tinggi sportifitas, mari kita pelihara terus tali silaturahmi,” ujar Nurkhairi dengan penuh semangat.
Ia lalu memberikan penekanan khusus pada nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi selama pelaksanaan pekan olahraga. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar mencari juara, melainkan sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kebugaran jasmani.
"Hari Amal Bakti adalah momentum untuk kita berefleksi dan bersyukur. Sama halnya dengan kompetisi ini, saya berpesan kepada seluruh peserta untuk berlomba dalam kebaikan," katanya, seraya menambahkan dua pilar penting yang wajib dipelihara oleh peserta.
“Pertama, "Menanglah dengan Ridha Allah," yang berarti kemenangan harus dicapai dengan cara-cara yang jujur dan benar, bukan menghalalkan segala cara. Kedua, "Sportivitas dipelihara, iman terjaga," menekankan bahwa semangat bermain adil dan menjaga hubungan baik harus menjadi prioritas utama, sehingga kegiatan ini tetap bernilai ibadah,” tandasnya. (humas)