Kakankemenag Banggai Laut: KBC Jadi Langkah Strategis Wujudkan Pendidikan Humanis dan Berkarakter
Ket: Kakankemenag saat memberikan sambutan
Banggai Laut (Kemenag Sulteng) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai Laut, Zulfan Kadim, menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang humanis, berkarakter, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Hal tersebut disampaikan Zulfan saat mendeklarasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dirangkaikan dengan Pentas dan Gelar Karya Kokurikuler MIN Banggai Laut, Kamis (08/10/2026).
Zulfan mengapresiasi MIN Banggai Laut yang telah mengambil langkah cepat dalam mengimplementasikan KBC. Menurutnya, penerapan KBC merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam mewujudkan mutu pendidikan yang ramah, terintegrasi, dan berintegritas.
“Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar perubahan kurikulum, tetapi juga perubahan paradigma dalam memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak kita,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam mendidik siswa. Guru, kata Zulfan, tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga perlu memahami karakter, potensi, dan kebutuhan setiap peserta didik.
“Anak-anak kita memiliki karakter dan potensi yang berbeda. Karena itu, pendekatan pendidikan juga harus mampu menyesuaikan dengan karakter mereka,” jelasnya.
Zulfan juga menyoroti pentingnya memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan potensi di luar akademik, termasuk melalui seni, kreativitas, dan kegiatan kokurikuler.
Hal itu terlihat dalam pentas seni dan gelar karya yang ditampilkan siswa MIN Banggai Laut. Ia mengaku terkesan melihat kreativitas dan keberanian siswa dalam menampilkan karya mereka.
“Saya tadi hampir 15 menit menyaksikan anak-anak kita memperagakan seni. Ini luar biasa. Ada potensi besar pada diri siswa yang harus terus kita kembangkan,” ungkapnya.
Ia berharap deklarasi KBC tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di madrasah.
Zulfan juga mengajak guru, tenaga kependidikan, komite, dan orang tua untuk bersama-sama menciptakan madrasah yang ramah, menyenangkan, dan mampu melahirkan generasi berkarakter, berprestasi, serta berakhlak mulia. (MH)






