Guru PAI Palu Perkuat Pembelajaran Mendalam Berbasis Cinta
Ket: Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kota Palu, Satar S. Laupo, bersama Ketua Baznas Kota Palu, Muchlis A. Mahmud, Ketua Pokjawas PAI, Muhammad Asri, serta peserta Workshop Pembelajaran Mendalam dan Insersi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) berfoto bersama. Jum'at (7/8/2026)
Palu (Kemenag Sulteng) - Komunitas Belajar Guru Pendidikan Agama Islam (KBG-PAI) Kecamatan Palu Timur dan Mantikulore menggelar Workshop Pembelajaran Mendalam dan Insersi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Jumat (7/8/2026), di Aula Kementerian Agama Kota Palu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi pendidik dalam memperkuat kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang dalam proses pendidikan.
Workshop tersebut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Satar S. Laupo, yang memberikan sambutan sekaligus arahan kepada peserta. Turut hadir Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) PAI Kementerian Agama Kota Palu, Muhammad Asri, bersama anggota Pokjawas PAI, Ketua Baznas Kota Palu, Muchlis A. Mahmud, serta para guru Pendidikan Agama Islam.
Kehadiran guru PAI bersama jajaran Pokjawas PAI dalam kegiatan tersebut memperkuat ruang pengembangan kompetensi sekaligus pendampingan terhadap pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Workshop difokuskan pada peningkatan pemahaman guru mengenai pembelajaran mendalam serta bagaimana nilai-nilai dalam Kurikulum Berbasis Cinta dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar mengajar.
Penguatan kompetensi guru menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kemampuan pendidik dalam memahami pendekatan pembelajaran, mengelola proses belajar, serta menghubungkan materi dengan pembentukan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan.
Melalui workshop ini, guru PAI mendapatkan penguatan mengenai pembelajaran mendalam yang diarahkan agar kegiatan belajar tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi. Proses pembelajaran diharapkan mampu mendorong peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih bermakna terhadap materi yang dipelajari.
Pendekatan tersebut dipadukan dengan insersi Kurikulum Berbasis Cinta yang memberikan perhatian pada pengintegrasian nilai-nilai kasih sayang dalam pembelajaran. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang tidak hanya memperkuat pemahaman peserta didik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter.
Integrasi pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan proses pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan peserta didik. Guru tidak hanya memiliki peran dalam mentransfer pengetahuan, tetapi juga dalam mendampingi peserta didik memahami serta menerapkan nilai-nilai yang diperoleh melalui pembelajaran.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kementerian Agama Kota Palu, Satar S. Laupo, memberikan sambutan dan arahan kepada para peserta. Kehadirannya sekaligus menjadi bagian dari dukungan Seksi Pendidikan Islam terhadap peningkatan kompetensi guru PAI dalam melaksanakan pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.
Kehadiran Ketua Pokjawas PAI Kementerian Agama Kota Palu, Muhammad Asri, bersama anggota Pokjawas PAI juga menjadi bagian dari keterlibatan unsur pengawasan dan pembinaan pendidikan agama dalam kegiatan tersebut. Para pengawas PAI memiliki keterkaitan langsung dengan proses pendampingan guru dalam pelaksanaan pembelajaran, sehingga keterlibatan Pokjawas menjadi relevan dalam forum penguatan kompetensi pendidik seperti workshop ini.
Selain unsur Kementerian Agama dan guru PAI, kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Baznas Kota Palu, Muchlis A. Mahmud. Kehadiran berbagai unsur dalam workshop menunjukkan keterlibatan sejumlah pemangku kepentingan dalam kegiatan pengembangan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam.
Bagi para guru, workshop ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada tataran pemahaman, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran di sekolah masing-masing.
Pembelajaran mendalam menempatkan proses belajar sebagai bagian penting dalam membantu peserta didik memahami materi secara lebih utuh. Guru dituntut untuk tidak semata-mata mengejar penyelesaian materi, tetapi juga memperhatikan bagaimana peserta didik memahami, menghayati, dan memperoleh makna dari proses pembelajaran yang berlangsung.
Sementara itu, insersi Kurikulum Berbasis Cinta memperkuat dimensi nilai dalam proses pendidikan. Integrasi nilai kasih sayang diharapkan dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran yang memperhatikan perkembangan karakter peserta didik sejalan dengan tujuan peningkatan kualitas pengajaran.
Bagi Pendidikan Agama Islam, penguatan karakter memiliki posisi yang penting karena pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan keagamaan. Proses pendidikan juga diarahkan untuk membantu peserta didik memahami nilai serta membangun sikap yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kualitas pembelajaran PAI. Semakin baik pemahaman guru terhadap pendekatan yang digunakan, semakin besar pula ruang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan yang diselenggarakan KBG-PAI Kecamatan Palu Timur dan Mantikulore tersebut juga menjadi wadah pengembangan profesional bagi guru PAI. Melalui komunitas belajar, para guru memiliki ruang untuk memperoleh penguatan pengetahuan dan meningkatkan kapasitas dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Keterlibatan Pokjawas PAI dalam kegiatan ini turut memperkuat hubungan antara pengembangan kompetensi dan pendampingan guru. Penguatan yang diperoleh melalui workshop diharapkan dapat mendukung para guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna di lingkungan sekolah masing-masing.
Pada akhirnya, Workshop Pembelajaran Mendalam dan Insersi Kurikulum Berbasis Cinta diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menempatkan kompetensi guru dan pembentukan karakter peserta didik sebagai bagian yang saling berkaitan.
Melalui pemahaman yang diperoleh dalam kegiatan tersebut, para guru PAI diharapkan mampu mengimplementasikan pembelajaran mendalam serta nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian, peningkatan kualitas pengajaran dapat berjalan seiring dengan upaya membangun karakter peserta didik melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih bermakna dan berorientasi pada nilai-nilai kasih sayang.
.jpeg)
