KBC Tak Berhenti di Bimtek, Enam Guru MAN Buol Berbagi Praktik Baik kepada Dewan Guru
Ket: Dokumentasi kegiatan berbagi praktik baik hasil Bimtek Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di ruang guru MAN Buol.
MAN Buol (Kemenag Sulteng) - Enam guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buol yang telah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) membagikan pengetahuan dan praktik baik kepada seluruh dewan guru MAN Buol melalui kegiatan diseminasi, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Dewan Guru MAN Buol tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus penguatan pemahaman bagi para pendidik dalam menerapkan prinsip-prinsip KBC ke dalam proses pembelajaran di madrasah.
Keenam guru yang menjadi pemateri diseminasi tersebut masing-masing Suharni, S.Pd., Hj. Agusnawati, M.Pd., Moh Zadzali Budianto, S.Pd., Sulistia, S.Pd., Farhana, S.Pd., dan Rusdayanti, S.Pd. Mereka sebelumnya merupakan peserta Bimtek Implementasi KBC yang diselenggarakan oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol dengan menghadirkan instruktur nasional, H. Shofar Sholahudin Bisri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Madrasah Aliyah, Hj. Sennawati, yang sekaligus membuka kegiatan diseminasi. Dalam arahannya, Sennawati menekankan pentingnya mengimplementasikan tiga pilar utama pendekatan Deep Learning yang selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta.
Menurutnya, keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan guru menciptakan suasana belajar yang mendorong para murid merasa nyaman, terlibat, dan memiliki kesadaran dalam proses belajarnya.
“Kunci utama keberhasilan dalam mengajar adalah salah satunya menciptakan pembelajaran yang joyful atau menggembirakan, meaningful atau bermakna, dan mindful atau berkesadaran,” ujar Sennawati.
Ia juga mengajak seluruh guru MAN Buol untuk lebih cermat dalam merancang pembelajaran, khususnya dalam menetapkan tujuan pembelajaran yang selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP). Tujuan tersebut kemudian perlu diterjemahkan ke dalam langkah-langkah pembelajaran yang tepat sehingga para murid dapat mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
Sennawati menilai, pemahaman terhadap konsep tersebut perlu dibarengi dengan praktik nyata di ruang kelas. Dengan demikian, implementasi KBC tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi benar-benar terlihat dalam proses pembelajaran dan pengalaman belajar murid.
Sementara itu, Kepala MAN Buol, Salman DJ Adjud, dalam arahannya mengharapkan seluruh guru dapat mengikuti kegiatan diseminasi dengan serius. Menurutnya, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para peserta Bimtek KBC perlu ditularkan kepada guru lainnya agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.
“Saya berharap Bapak/Ibu serius mengikuti kegiatan diseminasi hasil Bimtek KBC ini. Lakukan diskusi atau tanya jawab dengan rekan pemateri jika ada hal-hal yang belum dipahami,” ucapnya.
Salah satu pemateri, Sulistia, menjelaskan bahwa dirinya bersama Rusdayanti, bertugas membagikan materi mengenai implementasi KBC dalam kegiatan intrakurikuler.
Menurut Sulistia, materi intrakurikuler merupakan salah satu bagian yang cukup luas dalam keseluruhan materi Bimtek KBC sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk dapat disampaikan secara utuh kepada para guru.
“Materi intrakurikuler adalah materi terpanjang dari keseluruhan materi Bimtek dan membutuhkan waktu seharian untuk pendampingan,” jelas Sulistia.
Ia menambahkan, kegiatan diseminasi tersebut akan dilanjutkan pada kesempatan berikutnya. Pengaturan waktu lanjutan diperlukan agar seluruh materi dapat tersampaikan secara maksimal dan para guru memiliki kesempatan yang cukup untuk berdiskusi serta berbagi pengalaman.
“Kami akan mengatur waktu berikutnya untuk melanjutkan kegiatan ini agar sharing dan berbagi praktik baik dapat tersampaikan secara maksimal kepada rekan-rekan guru MAN Buol,” lanjutnya.
Secara keseluruhan, enam guru MAN Buol peserta Bimtek Implementasi KBC telah dibagi ke dalam empat materi utama untuk diseminasikan kepada seluruh dewan guru.
Materi Implementasi KBC dalam kegiatan intrakurikuler disampaikan oleh Sulistia, S.Pd. dan Rusdayanti, S.Pd. Materi kokurikuler disampaikan oleh Farhana, S.Pd., sedangkan materi ekstrakurikuler dibawakan oleh Suharni, S.Pd. Adapun materi iklim dan budaya madrasah disampaikan oleh Hj. Agusnawati, M.Pd. dan Moh Zadzali Budianto, S.Pd.
Melalui kegiatan tersebut, MAN Buol berupaya memastikan hasil Bimtek KBC tidak berhenti pada guru yang mengikuti pelatihan, tetapi dapat disebarluaskan kepada seluruh dewan guru yang tidak mendapat kesempatan hadiri kegiatan Bimtek. Dengan demikian, semangat Kurikulum Berbasis Cinta dan pendekatan pembelajaran mendalam dapat semakin nyata diterapkan dalam proses pendidikan di madrasah.
Diseminasi ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar MAN Buol untuk membangun budaya belajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menghadirkan pembelajaran yang menggembirakan, bermakna, dan berkesadaran bagi peserta didik. (SH-MANBuol)