Logo
6 Agustus 2026 17:21:13 56

MAN Buol Terapkan Sanksi Edukatif bagi Peserta Didik yang Datang Terlambat

Ket: Dokumentasi Guru Piket saat sedang menyambut kedatangan para murid di pagi hari, serta kegiatan murid yang datang terlambat di madrasah.


MAN Buol (Kemenag Sulteng)Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buol terus berupaya membangun budaya disiplin di lingkungan madrasah melalui penerapan sanksi yang bersifat edukatif bagi murid yang datang terlambat. Pada Kamis (6/8/2026), sejumlah murid yang terlambat mengikuti kegiatan belajar tampak memegang Al-Qur'an di bawah pengawasan guru piket, Zakiah Mahmud, sebagai bagian dari pelaksanaan punishment yang mendidik.

Berbeda dengan sanksi yang bersifat fisik atau hukuman semata, para murid tersebut diberikan tugas menghafal beberapa surah pendek, yaitu Surah Ad-Dhuha, At-Tin, dan Al-Insyirah. Ketiga surah tersebut dipilih karena dinilai sesuai dengan kemampuan peserta didik untuk dihafalkan dalam waktu satu jam pelajaran sekaligus mengandung pesan-pesan moral yang dapat menjadi motivasi dalam kehidupan sehari-hari.

Guru piket hari Kamis, Zakiah Mahmud, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut lahir setelah madrasah melakukan evaluasi terhadap berbagai bentuk pembinaan disiplin yang pernah diterapkan sebelumnya. Menurutnya, sejumlah sanksi telah diberikan kepada para murid yang berulang kali datang terlambat, namun belum memberikan perubahan perilaku yang signifikan.

"Kami sudah pernah menerapkan berbagai bentuk sanksi, mulai dari yang ringan seperti memungut sampah dan membersihkan lingkungan sekitar musallah madrasah hingga sanksi yang lebih tegas berupa pemulangan murid yang datang sangat terlambat. Namun, semua itu belum memberikan efek jera yang optimal. Karena itu, kami mencoba pendekatan yang lebih edukatif, yaitu menghafal surah-surah pilihan yang diperkirakan dapat mereka kuasai dalam satu jam pelajaran," ungkap Zakiah.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama kebijakan tersebut bukan untuk menghukum, melainkan membentuk karakter para murid agar lebih disiplin sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an. Dengan demikian, waktu yang seharusnya menjadi konsekuensi atas keterlambatan tetap dimanfaatkan untuk kegiatan yang bernilai ibadah dan memberikan manfaat bagi peserta didik.

Meski demikian, penerapan sanksi edukatif ini tidak menggantikan sistem pembinaan kedisiplinan yang telah diatur dalam tata tertib madrasah. Setiap pelanggaran tetap dicatat dalam sistem poin pelanggaran yang berlaku. Apabila akumulasi poin seorang murid mencapai 30 poin, maka madrasah akan menerbitkan Surat Peringatan (SP1) kepada orang tua atau wali sebagai bentuk tindak lanjut pembinaan.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen MAN Buol dalam menerapkan pendidikan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai keislaman. Madrasah tidak hanya berupaya menanamkan kedisiplinan, tetapi juga membiasakan para murid untuk senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur'an dalam setiap aspek kehidupan.

Melalui pendekatan ini, MAN Buol berharap angka keterlambatan para murid dapat terus menurun. Lebih dari itu, madrasah berharap hafalan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang diperoleh selama menjalani sanksi edukatif dapat menjadi pengingat bagi peserta didik untuk lebih menghargai waktu, meningkatkan tanggung jawab, serta menumbuhkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat. (SH-MANBuol)

HUBUNGI KAMI

JL. Prof Moh Yamin, Birobuli Utara, Kec. Palu Selatan Kota Palu, Sulawesi Tengah 94231

0811-5880-7272

kanwilsulteng@kemenag.go.id

TAUTAN TERKAIT

CHAT KAMI (Klik Sekarang)

Beranda

Download Informasi Penting

PPID

Permohonan Data

IKUTI KAMI
Statistik Pengunjung
👤 User Aktif (Realtime)
0
📅 Total Hari Ini 1
🗓️ Total Bulan Ini 3,584
🌍 Total Keseluruhan 399,554

Delay data User Aktif (10 detik - 1 menit)

Delay data Total (1 jam - 24 jam)



2023 © Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah HTML Codex