Maulid Nabi di MAN Buol, Kakankemenag Ajak Pelajar Teladani Perjuangan Rasulullah
Ket: Dokumentasi Perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. di Aula Assa'adah MAN Buol
MAN Buol (Kemenag Sulteng) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buol menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di Aula Assa’adah, Rabu (26/8/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan semarak tersebut diikuti oleh lebih dari 200 murid, dewan guru, serta tenaga kependidikan MAN Buol.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. kali ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol yang baru, Taufik Abdul Aziz, didampingi Pengawas Madrasah Aliyah di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Buol, Hj. Sennawati.
Dalam kesempatan tersebut, Taufik Abdul Aziz sekaligus menyampaikan tausiyah sebagai pembawa hikmah Maulid. Di hadapan ratusan murid, ia mengajak seluruh pelajar MAN Buol untuk menjadikan Rasulullah Muhammad saw. sebagai teladan dalam setiap lini kehidupan, terutama dalam hal semangat perjuangan, keteguhan hati, kesabaran, dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan.
Menurutnya, perjalanan hidup Rasulullah saw. mengajarkan bahwa kesuksesan tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan, latar belakang keluarga, maupun kondisi kehidupan seseorang. Kesuksesan dapat diraih oleh siapa saja yang memiliki tekad kuat dan kesungguhan untuk terus berproses.
“Kesuksesan itu bukan hanya milik mereka yang kaya, tetapi juga bagi mereka yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Yang membedakan hanyalah tekad untuk berproses menuju tujuan yang diinginkan,” ujar Taufik.
Ia kemudian mengingatkan para peserta didik bahwa Rasulullah saw. telah memberikan contoh nyata tentang bagaimana menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan dalam kehidupan. Rasulullah saw. tumbuh sebagai seorang yatim, menghadapi berbagai ujian, penolakan, cemoohan, hingga ancaman dari kaumnya sendiri, namun tetap teguh menjalankan amanah menyampaikan risalah Islam.
“Kalian sebagai pelajar juga harus memiliki semangat seperti Rasulullah. Beliau tetap berjuang meskipun tanpa ayah dan ibu, meskipun tidak selalu mendapatkan dukungan penuh dari keluarga, bahkan dicemooh dan diancam akan dibunuh oleh kaumnya sendiri,” lanjutnya.
Taufik menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, Maulid merupakan momentum untuk kembali mengingat perjuangan Rasulullah saw. sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai keteladanannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Hikmah yang kita ambil dari Maulid kali ini adalah bahwa meneladani kehidupan Rasulullah merupakan salah satu kunci keberhasilan nyata dalam hidup ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MAN Buol, Salman Dj Adjud, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pembina OSIM serta seluruh pengurus OSIM MAN Buol yang telah bekerja keras mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan tersebut.
Salman juga mengajak seluruh warga madrasah untuk senantiasa meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah saw. Kecintaan tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan bukan hanya melalui ucapan, tetapi juga dengan mengikuti akhlak, perjuangan, dan sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita senantiasa mencintai Rasulullah dan menjadikannya sebagai teladan serta pionir dalam kehidupan kita,” ajaknya.
Selain tausiyah dan rangkaian kegiatan keagamaan, suasana Maulid di MAN Buol semakin semarak dengan kreativitas peserta didik dalam menghias area kegiatan. Salah satu yang menarik perhatian adalah keberadaan pohon telur yang dibuat dengan mengusung tema pohon kurma.
Pengawas Madrasah, Hj. Sennawati, mengaku tertarik dengan konsep tersebut. Ia memberikan apresiasi terhadap kreativitas peserta didik yang mampu menghadirkan suasana Maulid secara unik dan edukatif.
“Saya sangat tertarik dengan pohon telur bertema pohon kurma milik kelas X Abu Bakar, perwalian Ibu Hj. Rosita. Berbeda dari yang lain dan cukup unik,” ujarnya.
Pohon telur tersebut dibuat menggunakan pohon dan daun kurma yang dihiasi dengan telur warna-warni. Kreativitas serupa juga ditampilkan oleh kelas-kelas lainnya sehingga menghasilkan deretan pohon telur yang menghiasi lokasi kegiatan.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad saw. yang diselenggarakan OSIM MAN Buol tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama Kepala Kankemenag Kabupaten Buol, Kepala MAN Buol, Pengawas Madrasah, guru, serta perwakilan murid. Foto bersama tersebut mengambil latar belasan pohon telur warna-warni hasil kreativitas seluruh murid.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. ini, MAN Buol tidak hanya menghidupkan tradisi kecintaan kepada Rasulullah, tetapi juga menanamkan nilai keteladanan, semangat perjuangan, kreativitas, dan karakter positif kepada para peserta didik sebagai generasi penerus bangsa dan umat. (SH-MANBuol)