Penyuluh Agama Katolik Kemenag Banggai Berikan Penguatan Iman bagi Warga Binaan Lapas
Ket: Bimbingan dan Penyuluhan Agama Katolik di Lapas Kelas IIB Luwuk
Banggai (Kemenag Sulteng). Dalam upaya memberikan penguatan iman, pemulihan mental, dan motivasi spiritual bagi warga binaan, Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai terus hadir melalui kegiatan penyuluhan dan pembinaan keagamaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIb Luwuk. Rabu (19/8/2026).
Dalam penyuluhan tersebut, Penyuluh Agama Katolik Kemenag Banggai, Clara, menyampaikan renungan berdasarkan Injil Matius 20:1-16 tentang para pekerja yang dipanggil untuk bekerja di kebun anggur. Ia menjelaskan bahwa perumpamaan tersebut menggambarkan kemurahan hati Allah yang senantiasa memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk datang dan kembali kepada-Nya.
“Bagi Allah, yang terpenting bukan berapa lama seseorang berjalan bersama-Nya, melainkan kesediaan hati untuk menerima panggilan dan kembali kepada-Nya,” ujar Clara.
Ia mengajak warga binaan untuk tidak terjebak pada kesalahan dan masa lalu, karena setiap orang masih memiliki kesempatan untuk berubah, memperbaiki diri, membangun kembali hubungan dengan keluarga, serta mendekatkan diri kepada Tuhan. Menurutnya, keberadaan di Lapas hendaknya tidak hanya dipandang sebagai masa penantian, tetapi menjadi kesempatan untuk membangun diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Ia juga mengingatkan keteladanan Santo Yohanes Eudes yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pertobatan, pembinaan iman, dan kehidupan yang kudus. Teladan tersebut, katanya, menunjukkan bahwa kehidupan seseorang tidak berhenti pada kesalahan dan kelemahan, sebab Tuhan senantiasa membuka kesempatan untuk mengalami pembaruan hidup.
“Jangan melihat diri hanya dari kesalahan yang pernah dilakukan. Lihatlah diri sebagai pribadi yang masih dicintai Tuhan dan masih diberi kesempatan untuk berubah,” pesannya.
Melalui pembinaan tersebut, warga binaan diajak untuk membuka hati terhadap kasih dan kerahiman Tuhan, berdamai dengan masa lalu, memperdalam iman, serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Clara menegaskan bahwa di hadapan Tuhan tidak pernah ada kata terlambat bagi hati yang sungguh-sungguh mau kembali kepada-Nya.
Penulis: Clara Rosalia Angela Tenges
