Perdana Menjadi Pembina Upacara, Kaur TU MAN Buol Ajak Murid Wujudkan Semangat Kemerdekaan Melalui Aksi Nyata
Ket: Dokumentasi Pelaksanaan Upacara Senin, 27 Juli 2026 di MAN Buol, bertindak selaku Pembina Upacara Kaur TU Moh Iqbal Lahama.
MAN Buol (Kemenag Sulteng) – Suasana khidmat menyelimuti lapangan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buol saat pelaksanaan Upacara Penaikan Bendera Merah Putih, Senin (27/7/2026). Upacara kali ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya Kepala Urusan (Kaur) Tata Usaha MAN Buol, Moh. Iqbal Lahama, bertindak sebagai pembina upacara sejak resmi dilantik pada Juni 2026.
Di hadapan seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, dan ratusan murid MAN Buol, Moh. Iqbal Lahama menyampaikan amanat yang sarat akan nilai-nilai nasionalisme. Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk kembali menanamkan rasa cinta tanah air sebagai bagian dari karakter generasi muda yang harus terus dipelihara.
Dengan penuh semangat, Iqbal mengawali amanatnya dengan pekikan yang membakar semangat para peserta upacara.
"Semangat merdeka! Semangat merdeka! Semangat merdeka!"
Pekikan tersebut langsung disambut dengan suara lantang seluruh murid MAN Buol yang menggema di lapangan upacara. Suasana penuh semangat itu menjadi simbol bahwa nilai-nilai perjuangan bangsa masih hidup di hati generasi muda.
Dalam amanatnya, Iqbal menegaskan bahwa kecintaan kepada para pahlawan bangsa tidak cukup diwujudkan hanya melalui penghormatan kepada Sang Merah Putih atau mengikuti upacara setiap hari Senin. Menurutnya, penghormatan yang sesungguhnya adalah dengan meneruskan semangat perjuangan para pendahulu melalui perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
"Jika dahulu para pahlawan kemerdekaan berjuang dengan memikul bambu runcing, senapan, bahkan ketapel untuk mempertahankan tanah air, maka pada masa kini bentuk perjuangan kalian adalah dengan merealisasikan dan mengamalkan lima janji murid yang setiap hari Senin kalian ikrarkan bersama. Jadikan janji itu sebagai pedoman dalam belajar, berakhlak, dan berprestasi," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa makna Bendera Merah Putih jauh lebih dalam daripada sekadar perpaduan dua warna. Di balik merah dan putih tersimpan sejarah panjang perjuangan, pengorbanan, air mata, bahkan nyawa para pahlawan yang rela berkorban demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
"Pada dasarnya, bukan hanya dua warna merah dan putih dari bendera yang harus kita hormati. Yang lebih penting adalah menghargai perjuangan panjang di balik berkibarnya Sang Saka Merah Putih di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil pengorbanan para pahlawan yang tidak ternilai harganya," ungkap Iqbal.
Ia pun mengajak seluruh murid untuk mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga disiplin, menaati tata tertib madrasah, serta menorehkan berbagai prestasi yang dapat membanggakan orang tua, madrasah, dan bangsa.
Upacara penaikan bendera berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Amanat yang disampaikan Moh. Iqbal Lahama diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat nasionalisme dan menumbuhkan kesadaran seluruh warga madrasah bahwa perjuangan generasi masa kini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan membangun bangsa melalui pendidikan, karakter mulia, serta karya dan prestasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (SH-MANBuol)