Dari Apersepsi hingga 4C dan 5M, Hj. Sennawati Bekali Guru MAN Buol dengan Praktik Pembelajaran Bermakna
Ket: Dokumentasi Pelaksanaan Supervisi Administrasi Perangkat Ajar hingga Mengajar di dalam Kelas oleh Pengawas Madrasah Aliyah Hj Sennawati.
MAN Buol (Kemenag Sulteng) - Pengawas Madrasah tingkat Madrasah Aliyah (MA), Hj. Sennawati, kembali melaksanakan supervisi terhadap guru PPPK MAN Buol, Kasmiati dan Moh. Zadzali Budianto. Supervisi tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus memastikan proses pembelajaran di madrasah terus berkembang sesuai tuntutan pendidikan abad ke-21.
Kasmiati merupakan guru mata pelajaran Al-Qur'an Hadis, sedangkan Moh. Zadzali Budianto mengampu mata pelajaran Geografi. Dalam pelaksanaan supervisi, Hj. Sennawati tidak hanya melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran dan perangkat ajar, tetapi juga memberikan sejumlah masukan konstruktif terkait penerapan praktik-praktik baik yang dapat membangun karakter dan kompetensi murid.
Dalam wawancara yang dilakukan, Kamis siang (10/9/2026), Hj. Sennawati menitipkan pesan kepada kedua guru tersebut agar pembiasaan praktik baik terus ditanamkan dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu bentuknya adalah membiasakan murid membaca ayat-ayat Al-Qur'an sebagai bagian dari kegiatan apersepsi sebelum pembelajaran dimulai.
“Membaca Al-Qur'an merupakan bagian dari doa, penyejuk hati, penyegar jiwa, dan mental murid sebelum belajar,” ujarnya.
Menurut Hj. Sennawati, pembiasaan sederhana tersebut tidak hanya memberikan ketenangan kepada murid sebelum menerima materi pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi guru untuk menerapkan berbagai keterampilan pembelajaran abad ke-21.
“Jika ini dilakukan, dengan sendirinya kita telah menerapkan dan memunculkan praktik baik 4C dan 5M sebagai ciri pembelajaran abad ke-21,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, 4C merupakan empat kompetensi inti yang perlu dikembangkan pada diri murid, terutama dalam membangun keterampilan berpikir dan soft skill agar mereka mampu menghadapi berbagai tantangan zaman. Keempat kompetensi tersebut meliputi Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication.
Critical Thinking atau berpikir kritis berkaitan dengan kemampuan murid memahami persoalan, menganalisis informasi, serta menemukan solusi secara logis. Creativity merupakan kemampuan melahirkan ide, gagasan, maupun cara baru dan inovatif. Selanjutnya, Collaboration adalah kemampuan bekerja sama dan bersinergi dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Sementara Communication merupakan kemampuan menyampaikan gagasan atau informasi secara jelas, efektif, dan mudah dipahami.
Selain 4C, Hj. Sennawati juga mengingatkan pentingnya penerapan 5M dalam proses pembelajaran. 5M merupakan tahapan pendekatan saintifik yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan.
“Mengamati dilakukan dengan melihat, membaca, mendengar, atau menyimak suatu objek atau fenomena. Menanya merupakan proses membangun rasa ingin tahu melalui pertanyaan. Selanjutnya mengumpulkan informasi dilakukan dengan mencari data, membaca berbagai sumber, berdiskusi, maupun melakukan kegiatan lain yang relevan. Setelah itu murid menalar atau mengasosiasikan informasi yang diperoleh, kemudian mengomunikasikan hasil kerja atau kesimpulannya,” jelasnya.
Moh. Zadzali Budianto menyambut positif pelaksanaan supervisi tersebut. Menurutnya, kegiatan supervisi bukan sekadar evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran, tetapi juga menjadi kesempatan bagi guru memperoleh masukan yang dapat memperbaiki dan menyempurnakan proses pembelajaran.
“Alhamdulillah, pagi tadi saya mengajar di kelas XII Ibnu Battutah. Seluruh murid dapat menerima materi Geografi yang saya ajarkan, yakni Bab 1 tentang tata ruang wilayah,” ungkap Budianto.
Ia menambahkan, sejumlah masukan yang diberikan Hj. Sennawati akan menjadi bahan evaluasi untuk semakin menyempurnakan pembelajaran, terutama dalam penggunaan media ajar dan penerapan pembiasaan-pembiasaan positif kepada murid.
“Sejumlah masukan dari Ibu Hj. Sennawati, insyaallah, akan semakin menyempurnakan pemberian materi kepada para murid, seperti penggunaan media ajar dan pembiasaan-pembiasaan baik,” lanjutnya.
Sementara itu, Kasmiati, guru mata pelajaran Al-Qur'an Hadis, juga mendapatkan supervisi. Supervisi terhadap dirinya dilakukan pada aspek perangkat pembelajaran.
“Alhamdulillah, siang tadi Ibu Pengawas memeriksa perangkat ajar saya dan memberikan sejumlah masukan, seperti perlunya pembiasaan baik pada murid, antara lain mengaji dan menghafal sejumlah ayat Al-Qur'an saat apersepsi,” ungkap Kasmiati.
Supervisi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan evaluasi, tetapi menjadi bagian dari proses pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan. Dengan pembelajaran yang terencana, penggunaan media yang tepat, serta pembiasaan nilai-nilai positif, MAN Buol terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan, dan kesiapan murid menghadapi tantangan masa depan. (SH-MANBuol)