100 Santri TPQ Bunta Diwisuda, Kemenag Banggai Perkuat Gerakan Banggai Mengaji
Ket: Wisuda Khotmil Qur’an Perdana Tingkat Kecamatan Bunta
Banggai (Kemenag Sulteng). Sebanyak 100 santri dan santriwati Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kecamatan Bunta mengikuti Wisuda Khotmil Qur’an perdana tingkat kecamatan yang digelar di halaman SMK Hayatul Islam, Kelurahan Salabenda, Kecamatan Bunta, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat Gerakan Banggai Mengaji sekaligus mendorong pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di kalangan generasi muda.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, H. Suardi Kandjai, hadir dalam kegiatan tersebut bersama Camat Bunta, Forkopimcam, PHBI, Ketua DMI, Ketua NU, Ketua WIA, Jajaran Kua Bunta dan Simpang Raya, para pendamping santri, serta tamu undangan lainnya.
Wisuda Khotmil Qur’an ini menandai tuntasnya bacaan Al-Qur’an oleh 100 santri dan santriwati. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunta bersama para penyuluh agama Islam dalam mendukung pelaksanaan program Banggai Mengaji melalui pembinaan generasi muda di berbagai jenjang pendidikan.
Dalam sambutannya, Suardi menyampaikan apresiasi kepada Kepala KUA Bunta bersama jajaran penyuluh agama Islam yang telah menginisiasi dan melaksanakan kegiatan tersebut. Menurutnya, gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an membutuhkan komitmen berkelanjutan serta keterlibatan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap keberlanjutan program tersebut, termasuk melalui regulasi yang dapat menjadi landasan pelaksanaan di berbagai satuan kerja.

“Kita berharap upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an ini mendapat dukungan pemerintah daerah melalui Peraturan Daerah (Perda), sehingga menjadi landasan bersama bagi seluruh satuan kerja dalam menyukseskan program Banggai Mengaji,” ungkapnya.
Selain menekankan pentingnya pembinaan kemampuan membaca Al-Qur’an, Suardi turut mengingatkan para hadirin tentang pentingnya berbakti kepada orang tua, baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal dunia, melalui doa dan amal kebaikan.
Ia menyampaikan kisah yang dikutip dari kitab Irsyad al-‘Ibad karya Syekh Zainuddin al-Malaibari tentang seorang anak yang senantiasa membaca Al-Qur’an dan menghadiahkan pahalanya kepada orang tuanya yang telah meninggal dunia. Kisah tersebut menjadi pengingat tentang nilai ketulusan seorang anak dalam mendoakan orang tua serta pentingnya menjaga hubungan spiritual dan kasih sayang keluarga.
Pesan tersebut melengkapi makna kegiatan wisuda, bahwa pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan akhlak, dan penanaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan 100 wisudawan dan wisudawati Khotmil Qur’an oleh Kakan Kemenag Banggai H. Suardi Kandjai bersama Camat Bunta, Danramil, dan Kepala KUA Bunta. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama, mengabadikan kebersamaan sekaligus menjadi momentum apresiasi atas pencapaian para santri dalam menuntaskan bacaan Al-Qur’an.
Melalui Wisuda Khotmil Qur’an perdana ini, Kemenag Banggai berharap semakin banyak generasi muda yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, sekaligus tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia. Sinergi antara KUA, penyuluh agama, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat agar Gerakan Banggai Mengaji dapat menjangkau lebih banyak peserta dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan keagamaan masyarakat.


