Pengawas Madrasah Dampingi Supervisi Pembelajaran Guru Senior di MAN Buol
Ket: Dokumentasi supervisi mengajar guru senior Hj Agusnawati oleh Pengawas tingkat Madrasah Aliyah Hj Sennawati.
MAN Buol (Kemenag Sulteng) - Dalam rangka meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga pendidik, Pengawas Madrasah Aliyah (MA) Kementerian Agama Kabupaten Buol, Hj. Sennawati, melakukan supervisi pembelajaran secara langsung di kelas pada MAN Buol, Selasa (1/9/2026). Supervisi kali ini menyasar guru senior mata pelajaran Biologi, Hj. Agusnawati, sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi guru dan peningkatan mutu pembelajaran di madrasah.
Supervisi pembelajaran dilaksanakan dengan mengamati secara langsung proses belajar mengajar yang dilakukan guru di dalam kelas. Melalui kegiatan tersebut, pengawas dapat melihat bagaimana guru mengimplementasikan perangkat pembelajaran, mengelola kelas, menyampaikan materi, membangun interaksi dengan peserta didik, serta menerapkan berbagai strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Hj. Sennawati menyampaikan bahwa supervisi bukan semata-mata untuk menilai kinerja guru, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendampingan dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran.
Menurutnya, perkembangan dunia pendidikan yang terus mengalami perubahan menuntut guru untuk senantiasa memperbarui pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mengajarnya. Guru diharapkan tidak berhenti pada metode pembelajaran yang sudah biasa digunakan, tetapi terus menggali ide dan inovasi agar pembelajaran menjadi lebih menarik, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
“Saya sangat berharap dengan adanya pelaksanaan supervisi pembelajaran ini dapat meningkatkan kualitas individu tenaga pendidik di lingkungan MAN. Guru harus terus meng-update skill mengajarnya agar dapat menemukan ide dan inovasi terbaik dalam menentukan model pembelajaran,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun hubungan emosional yang positif antara guru dan peserta didik.
“Yang tidak kalah penting adalah mengajar dengan hati, mengajar dengan sentuhan kasih sayang dan welas asih, sehingga diharapkan guru dan murid akan saling merindukan,” tambahnya.
Sementara itu, guru mata pelajaran Biologi MAN Buol, Hj. Agusnawati, mengungkapkan bahwa sebelum pelaksanaan supervisi pembelajaran di kelas, perangkat mengajarnya telah diperiksa oleh tim supervisi madrasah. Pemeriksaan tersebut mencakup kelengkapan administrasi pembelajaran yang menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
“Kali ini saya mendapat jadwal untuk mengikuti supervisi kelas secara langsung oleh Ibu Pengawas Madrasah. Alhamdulillah, perangkat mengajar saya sudah lengkap dari segi penilaian administrasi guru dan menjadi pedoman utama saat mengajar di dalam kelas,” ungkap Agusnawati.
Ia menilai kegiatan supervisi memberikan manfaat positif bagi guru karena dapat menjadi sarana refleksi terhadap proses pembelajaran yang selama ini dilaksanakan. Masukan dan pendampingan dari pengawas diharapkan dapat membantu guru memperbaiki sekaligus mengembangkan praktik pembelajaran di kelas.
Kegiatan supervisi tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek administrasi maupun penilaian semata, tetapi mampu menjadi bagian dari budaya peningkatan mutu yang terus tumbuh di lingkungan MAN Buol. Dengan adanya pendampingan secara berkelanjutan, guru diharapkan semakin profesional, kreatif, dan mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan serta berpusat pada peserta didik.
Melalui supervisi pembelajaran, madrasah juga terus mendorong terwujudnya proses pendidikan yang tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, kepedulian, kasih sayang, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan di madrasah. (SH_MANBuol)