4.969 Murid MA di Sulteng Ikuti AN dan TKA 2026/2027
Ket: Para murid tampak antusias mengikuti AN - TKA
Palu (Kemenag Sulteng) - Sebanyak 4.969 murid Madrasah Aliyah (MA) di Sulawesi Tengah terdaftar mengikuti Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Pelajaran 2026/2027. Pelaksanaan asesmen berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan melibatkan 169 madrasah di 13 kabupaten/kota.
Ketua Tim Kesiswaan dan Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah, Muhammad, menekankan pentingnya kesiapan madrasah dalam memastikan pelaksanaan asesmen berjalan lancar. Kesiapan tersebut meliputi perangkat, jaringan internet, petugas, serta pemahaman peserta terhadap jadwal dan prosedur asesmen.
“Pastikan perangkat dan jaringan berfungsi dengan baik, petugas memahami tugasnya, dan siswa mengetahui jadwal serta prosedur yang harus diikuti. Kita ingin anak-anak mengikuti asesmen dengan tenang, percaya diri, dan jujur,” ujar Muhammad saat meninjau pelaksanaan AN dan TKA di MAN 1 Palu, Selasa (27/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, para murid tampak antusias dan gembira mengikuti asesmen. Pelaksanaan berlangsung tertib, dengan peserta mengikuti tahapan kegiatan sesuai prosedur yang ditetapkan.
Berdasarkan data pendaftaran, Kota Palu mencatat peserta terbanyak, yakni 1.032 murid dari 12 madrasah, disusul Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 893 murid dari 30 madrasah dan Kabupaten Tolitoli sebanyak 616 murid dari 17 madrasah.
Selanjutnya, Kabupaten Banggai mencatat 570 murid dari 29 madrasah, Sigi 395 murid dari 17 madrasah, Donggala 363 murid dari 17 madrasah, Morowali 297 murid dari 8 madrasah, Tojo Una-Una 192 murid dari 8 madrasah, Poso 186 murid dari 6 madrasah, Buol 167 murid dari 6 madrasah, Banggai Laut 107 murid dari 7 madrasah, Morowali Utara 83 murid dari 5 madrasah, serta Banggai Kepulauan 68 murid dari 5 madrasah.
168 Madrasah Melaksanakan Secara Mandiri
Dari total 169 madrasah peserta, sebanyak 168 madrasah melaksanakan AN dan TKA secara mandiri, sedangkan satu madrasah lainnya bergabung dengan satuan pendidikan penyelenggara karena keterbatasan sarana dan prasarana.
Muhammad mengingatkan madrasah agar segera mengidentifikasi kendala teknis dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti asesmen sesuai jadwal.
Ia juga mengimbau guru dan orang tua mendampingi murid dalam mempersiapkan diri secara wajar, menjaga kesehatan, dan mencukupi waktu istirahat tanpa menambah tekanan.
“Berikan dukungan agar mereka dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan mengandalkan kemampuan sendiri,” tuturnya.
Pelaksanaan reguler gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober 2026, dilanjutkan gelombang kedua pada 2–5 November 2026. Adapun pelaksanaan khusus mata pelajaran wajib dijadwalkan pada 31 Oktober–1 November 2026, sedangkan mata pelajaran pilihan berlangsung pada 7–8 November 2026.
Materi TKA mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan dua mata pelajaran pilihan. Rangkaian kegiatan AN juga mencakup Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Muhammad menjelaskan bahwa AN dan TKA memiliki fungsi berbeda. AN digunakan untuk memetakan mutu pendidikan melalui gambaran kompetensi dasar murid, karakter, serta lingkungan belajar, sedangkan TKA mengukur capaian akademik individu secara terstandar.
Hasil AN tidak digunakan untuk menentukan kelulusan murid, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Sementara itu, hasil TKA dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan dalam seleksi pendidikan lanjutan melalui jalur yang relevan, sekaligus mendukung evaluasi capaian akademik dan peningkatan kualitas pendidikan madrasah.
Melalui persiapan yang matang dan pendampingan yang tepat, pelaksanaan AN dan TKA diharapkan berjalan tertib serta menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah di Sulawesi Tengah.