Harumkan Sulteng, Intan Azurah Rahma Murid MTsN 1 Palu Berlaga di Final LOKASIA 2026
Ket: Foto bersama dengan kamad dan wakamad Kesiswaan sebelum lomba dimulai
MTsN 1 Kota Palu (Kemenag Sulteng) - MTsN 1 Kota Palu kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai madrasah pencetak prestasi. Tepat pada hari ini, Senin (26/1), salah satu murid terbaiknya, Intan Azurah Rahma resmi mewakili Provinsi Sulawesi Tengah dalam ajang bergengsi Lomba Kompetensi Akademik Siswa Indonesia (LOKASIA) 2026. Kompetisi tingkat nasional ini diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 26 - 27 Januari 2026.
Intan Azurah Rahma terpilih setelah melewati seleksi ketat dan kini bersaing dengan ribuan peserta dari jenjang SMP dan MTs terbaik di seluruh Indonesia.
Keikutsertaan Intan dalam ajang ini mencakup pengujian pada bidang studi utama yang menjadi fondasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yakni matematika, bahasa indonesia, IPA, IPS dan bahasa Inggris.
Keberhasilan putri bapak Sukaryanto dan ibu Ratna Muthmainnah menembus babak final di Jakarta menempatkan MTsN 1 Palu sebagai salah satu kekuatan akademik yang diperhitungkan di kancah nasional. Prestasi ini juga menjadi bukti nyata efektivitas pembinaan bakat potensial yang dilakukan oleh tenaga pendidik di lingkungan MTsN 1 Palu.
Kepala MTsN 1 Palu, Hj Basria, S. Ag. M. Pd I menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi para murid dan guru pembimbing.
"Keikutsertaan murid kami dalam ajang LOKASIA 2026 adalah bukti bahwa semangat kompetitif tetap membara. Ini adalah ajang penjaringan bakat potensial untuk mendorong penguatan kompetensi dasar murid di Sulawesi Tengah," kata Hj. Basria
Dengan keberhasilan ini, MTsN 1 Palu diharapkan terus menjadi pionir dalam mencetak generasi muda Sulawesi Tengah yang unggul, cerdas, dan siap bersaing di tingkat global, ungkapnya
Lomba Kompetensi Akademik Siswa Indonesia (LOKASIA) merupakan ajang nasional yang fokus pada penjaringan bakat akademik unggul.
LOKASIA 2026, yang merupakan hasil kolaborasi akademis strategis, dirancang untuk mengukur literasi, numerasi, dan wawasan keilmuan murid.
Melalui kompetisi ini, murid didorong untuk mengasah kemampuan berpikir kritis yang menjadi bekal utama dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.