Menteri Agama Lantik Pengurus BP4 Sulteng dan Penandatanganan Prasasti Peresmian Gedung KUA dan Madrasah
Ket: Penandatanganan Prasasti oleh Menteri Agama
Palu(Kemenag Sulteng)– Menteri Agama Republik Indonesia melantik Pengurus Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), sekaligus memberikan penguatan sumber daya manusia (SDM) bagi jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, dalam sebuah rangkaian kegiatan yang juga diisi dengan penandatanganan prasasti peresmian gedung Kantor Urusan Agama (KUA) dan madrasah yang dibiayai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2025.
Kegiatan yang di laksanakan di Hotel Santika Palu ini dihadiri oleh Sekretaris BP4 Pusat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Rektor UIN, pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan lintas agama, pejabat administrator Kanwil Kemenag Sulteng, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Sulteng, para Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, Ketua BP4 Provinsi Sulteng, kepala madrasah, pengawas, pimpinan pondok pesantren Madinatul Ilmi Dolo, serta tamu undangan lainnya.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulteng Junaidin, dalam arahannya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Bapak Menteri Agama di Kota Palu. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis yang diyakini membawa manfaat besar bagi penguatan kelembagaan dan SDM Kemenag di Sulteng.
“Kehadiran Bapak Menteri Agama menjadi pemantik energi positif yang menghidupkan kembali semangat pengabdian, memperkuat loyalitas, serta meningkatkan kebanggaan sebagai bagian dari Kementerian Agama,” ujarnya.
Ia menambahkan, euforia positif yang dirasakan seluruh jajaran harus dimaknai sebagai dorongan untuk meningkatkan profesionalisme, memperkuat integritas, dan mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.

Dalam laporannya, Kakanwil memaparkan kondisi Kemenag Sulteng yang mencakup 13 kabupaten/kota dengan total ASN sebanyak 5.791 orang, terdiri dari 3.172 PNS, 2.451 PPPK penuh waktu, dan 168 PPPK paruh waktu. Selain itu, terdapat 165 KUA kecamatan, 70 madrasah negeri, 143 pondok pesantren, serta ribuan rumah ibadah yang terdiri dari 5.860 masjid, 2.360 gereja, 515 pura, dan 19 vihara.
Ia juga menyoroti tingginya tingkat keragaman di Sulteng, baik dari sisi agama, suku, budaya, maupun adat istiadat. Meski demikian, kondisi kerukunan umat beragama di daerah ini tetap terjaga dengan baik.
“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan antara Kemenag, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat,” jelasnya.
Kolaborasi tersebut, lanjutnya, juga sejalan dengan program pembangunan daerah bertajuk “Sulteng Nambaso” yang diusung Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dengan semangat “BERANI” (Bersinergi, Responsif, Adaptif, Nasionalis, dan Inovatif), yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kehidupan sosial dan kerukunan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Menteri Agama juga menegaskan pentingnya peran BP4 sebagai mitra strategis Kemenag dalam membangun keluarga yang kuat sebagai fondasi bangsa. Pelantikan pengurus BP4 diharapkan dapat memperkuat peran tersebut di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan prasasti peresmian gedung KUA dan madrasah SBSN 2025, yang menjadi simbol penguatan layanan publik berbasis infrastruktur yang modern, inklusif, dan ramah lingkungan.
Kakanwil menegaskan, kehadiran Menteri Agama merupakan amanah yang harus direspons dengan kerja nyata, dedikasi tinggi, dan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada umat dan bangsa.
“Dengan pembinaan langsung dari Bapak Menteri, kami optimistis Kemenag Sulteng akan semakin maju, profesional, dan berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

