213 Peserta Madrasah di Morowali Ikuti OMI 2026
Ket: Foto Kepala Kantor Kemenag Morowali, Kasi Pendidikan Islam bersama Kepala Madrasah saat Pembukaan OMI 2026 Tingkat Kabupaten Morowali di MAN Morowali
Morowali (Kemenag Sulteng) - Sebanyak 213 peserta dari jenjang MI, MTs, dan MA di Kabupaten Morowali mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat kabupaten, Senin (7/9/2026). Kompetisi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk menguji kemampuan, mengembangkan potensi, sekaligus mendapatkan pengalaman berkompetisi secara sportif.
Peserta yang mengikuti OMI terdiri atas 48 peserta tingkat MI, 77 peserta tingkat MTs, dan 88 peserta tingkat MA. Pelaksanaan berlangsung di dua titik lokasi, yakni Tilok 1 di MTs Pebatae dan Tilok 2 di MAN Morowali.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Morowali, Marwiah, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam, Abdul Rauf, membuka pelaksanaan OMI di MAN Morowali. Marwiah mendorong peserta untuk memanfaatkan kompetisi ini sebagai bagian dari proses belajar dan pengembangan kemampuan.

"Semoga para siswa perwakilan Morowali dapat meraih prestasi terbaik, tidak hanya sampai tingkat kabupaten, tetapi mampu melanjutkan hingga tingkat provinsi bahkan nasional. Semua itu membutuhkan usaha dan belajar yang sungguh-sungguh, kerja keras, serta doa yang senantiasa dipanjatkan," ungkapnya.
Menurut Marwiah, pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengenali kemampuan yang telah dimiliki sekaligus mengetahui hal-hal yang masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, hasil OMI tidak hanya dilihat dari capaian akhir, tetapi juga dari proses yang dijalani peserta selama mengikuti kompetisi.

Sementara itu, Abdul Rauf mengatakan OMI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Proses kompetisi juga memberi kesempatan kepada peserta untuk melatih kepercayaan diri, kedisiplinan, ketekunan, dan kemampuan menghadapi tantangan.
Ia mengajak peserta mengikuti seluruh tahapan dengan semangat dan tetap menjunjung sportivitas. Pengalaman yang diperoleh selama OMI diharapkan dapat mendorong peserta untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan, terlepas dari hasil yang diperoleh dalam kompetisi.
