Rakerda II IPARI Banggai, Kakan Kemenag Tekankan Optimalisasi Peran Penyuluh untuk Penguatan Pembinaan Umat
Ket: Rapat Kerja Daerah Ke-II dan Halal Bihalal Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia Kab. Banggai
Banggai (Kemenag Sulteng). Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banggai, Suardi Kandjai menegaskan pentingnya optimalisasi peran penyuluh agama dalam membina umat dan memperkuat kehidupan beragama yang harmonis. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Ke-II dan Halal Bihalal Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Banggai. Senin (6/4/2026).
Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa berbagai prestasi, penghargaan, dan sertifikat yang telah diraih oleh para penyuluh bukan sekadar capaian administratif, melainkan amanah besar yang harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
.png)
“Seluruh prestasi dan penghargaan yang kita terima adalah tanggung jawab moral. Yang terpenting adalah bagaimana upaya kita mengajak umat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan sesuai dengan keyakinan masing-masing,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat, seperti meningkatnya kasus narkoba dan tingginya angka perceraian. Ia menilai, penyuluh agama harus hadir sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif dan persuasif.
“Kita harus mampu melihat kondisi sosial masyarakat, termasuk persoalan narkoba dan perceraian. Peran kita adalah melakukan pencegahan sejak dini, memberikan pembinaan, serta menghadirkan solusi di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan wilayah binaan penyuluh agar pembinaan dapat berjalan lebih terarah dan maksimal. Selain itu, penyuluh diminta untuk aktif menyusun laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja.
“Bagaimana kita bisa mengukur keberhasilan jika laporan tidak dibuat. Ini menjadi indikator penting dalam pelaksanaan tugas kita,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Zaenal Abidin dalam arahannya menyampaikan bahwa sebagai aparatur Kementerian Agama, penyuluh dituntut untuk terus hadir memberikan pelayanan kepada seluruh umat tanpa henti, lintas agama dan lintas sektor kehidupan.
.png)
“Kementerian Agama tidak pernah berhenti dalam melakukan pelayanan. Parameter utama kita adalah keumatan. Semua agama mengajarkan agar tidak ada jarak antara pemeluk dengan agamanya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugas, penyuluh tidak hanya berlandaskan pada pendekatan normatif (wahyu), tetapi juga harus mengedepankan rasionalitas dan akal sehat dalam memahami realitas sosial.
“Peran penyuluh tidak boleh hanya berlandaskan wahyu, tetapi juga harus menggunakan pendekatan akal sehat (common sense) dalam melihat konteks sosial yang berkembang,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan (trust) masyarakat dibanding sekadar mengejar popularitas, termasuk dalam pemanfaatan media sosial.
“Yang harus dibangun adalah kepercayaan publik, bukan sekadar jumlah followes/ pengikut Ketika ada trust, maka akuntabilitas akan lahir dengan sendirinya,” jelasnya.
Disisi lain Ketua IPARI Kabupaten Banggai, Zuhra dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Ke-II menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran penyuluh agama yang lebih terarah, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
.png)
“Rakerda ini bertujuan untuk merencanakan dan merumuskan program kerja pengurus daerah IPARI agar lebih terarah, inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan dengan mengusung tema “Momentum Penguatan dan Pemantapan Peran Penyuluh Agama Menuju Generasi Emas”, turut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama lintas sektoral antara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai bersama unsur strategis daerah yakni Kapolres Banggai, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Luwuk, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai.
Bertempat di Aula Kemenag Banggai, melalui Kegiatan ini diharapkan seluruh penyuluh agama di Kabupaten Banggai semakin solid, kompeten, serta mampu menjawab tantangan zaman dalam membina umat secara inklusif dan berkelanjutan.
.png)
.png)
