Kakankemenag Tolitoli Dorong Peserta OMI 2026 Kembangkan Kreativitas dan Kolaborasi
Ket: Pembukaan OMI OMI tingkat Kabupaten Tolitoli di MTsN 2 Tolitoli, Senin (7/9/2026).
Tolitoli (Kemenag Sulteng) - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Tolitoli, Jumade, mendorong peserta Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berkolaborasi sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan. Pesan tersebut disampaikan saat membuka OMI tingkat Kabupaten Tolitoli di MTsN 2 Tolitoli, Senin (7/9/2026).
Menurut Jumade, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan individu, tetapi juga kemampuan untuk menghasilkan gagasan, bekerja sama, dan membangun sinergi dengan orang lain. Kemampuan tersebut perlu mulai dibangun melalui berbagai pengalaman belajar dan kompetisi yang diikuti peserta didik.
"Kreativitas dan kolaborasi adalah kunci menghadapi tantangan masa depan. Dalam ajang ini, maupun dalam pekerjaan sehari-hari nantinya, kemampuan untuk bekerja sama dan membangun sinergi yang baik adalah fondasi utama untuk mencapai kesuksesan yang sesungguhnya," ujarnya.

Karena itu, ia meminta peserta menjalani setiap tahapan OMI dengan sungguh-sungguh dan tanpa rasa terbebani. Kompetisi diharapkan menjadi pengalaman untuk menguji kemampuan sekaligus melatih keberanian menghadapi tantangan.
"Berusahalah semaksimal mungkin dan jalanilah proses ini dengan penuh keyakinan, bahwa doa dari para guru, orang tua, dan kita semua di sini akan senantiasa menyertai setiap langkah kalian," katanya.
Dorongan untuk mengembangkan kreativitas juga ditujukan kepada pengelola madrasah, khususnya kepala madrasah swasta yang menghadapi keterbatasan fasilitas. Jumade menilai kondisi tersebut justru membutuhkan kemampuan untuk mencari solusi dan mengoptimalkan berbagai potensi yang tersedia.
"Keterbatasan bukanlah halangan. Di sinilah letak pentingnya kreativitas seorang kepala madrasah sangat dibutuhkan. Selain itu, kreativitas, kerja sama, dan kolaborasi dalam pekerjaan adalah fondasi utama untuk membangun ekosistem pendidikan yang tangguh," tegasnya.
Selain aspek pengembangan kemampuan, Jumade mengingatkan jajaran pendidik untuk menjaga nilai pengabdian dalam menjalankan tugas. Ia mengajak seluruh peserta dan tenaga pendidik memaknai moto Kementerian Agama, "Ikhlas Beramal", sebagai landasan dalam mendidik dan mengelola madrasah.
Ia turut membagikan pengalaman pengabdiannya mengenai nilai keikhlasan dalam bekerja. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain. Ia pun mengajak para pendidik untuk menjaga keikhlasan dalam setiap pengabdian dan menjadikannya sebagai kekuatan dalam menjalankan tanggung jawab.
"Dengan ikhlas beramal, kita tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga memberikan manfaat dan menghadirkan keberkahan bagi orang lain," tandasnya.

