Junaidin: SBSN Investasi Masa Depan Madrasah
Ket: Kepala Kanwil Kemenag Prov. Sulteng, H. Junaidin
Palu (Kemenag Sulteng) -"Pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta melahirkan generasi madrasah yang berkualitas." Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Palu, Kamis (6/8/2026).
Peletakan batu pertama tersebut menandai dimulainya pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu Tipe 1 dan Ruang Kelas Baru (RKB) Tipe 1 di MAN 1 Kota Palu. Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari Anggaran Tambahan dalam Tahun Berjalan Tahun Anggaran 2026, yang juga mencakup pembangunan RKB Tipe 2 di MAN 1 Banggai sebagai upaya Kementerian Agama meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan madrasah di Sulawesi Tengah.
Dalam laporannya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Syamsu Nursi, menjelaskan bahwa pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu Tipe 1 dilaksanakan oleh CV. Dian Ayu Sejahtera, sedangkan pembangunan RKB Tipe 1 dikerjakan oleh CV. Maju Bersama. Kedua paket pekerjaan dikontrakkan pada 31 Juli 2026 dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender dan ditargetkan selesai pada 28 Desember 2026.
Selain pembangunan gedung, kedua paket pekerjaan tersebut juga dilengkapi dengan pengadaan meubiler sebagai penunjang sarana pembelajaran. Dengan demikian, fasilitas yang dibangun dapat segera dimanfaatkan secara optimal setelah pekerjaan selesai tanpa memerlukan pengadaan sarana dasar secara terpisah.
Dalam sambutannya, Junaidin menegaskan bahwa laboratorium merupakan fasilitas yang sangat penting dalam mendukung proses pembelajaran di madrasah. Menurutnya, keberadaan ruang kelas harus diimbangi dengan fasilitas praktikum agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif.
"Memiliki ruang kelas tanpa laboratorium ibarat dapur tanpa kompor. Semua tersedia, tetapi tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, laboratorium menjadi fasilitas yang sangat vital dalam mendukung proses pembelajaran di madrasah," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan laboratorium dan ruang kelas baru bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi madrasah yang unggul, berkarakter, serta mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Junaidin juga mengapresiasi pelaksanaan proyek yang ditangani oleh dua penyedia jasa berbeda sehingga proses pembangunan dapat berjalan secara bersamaan tanpa saling menghambat. Ia berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan.
Kepada penyedia jasa, konsultan pengawas, dan seluruh pihak yang terlibat, Junaidin berpesan agar mengutamakan kualitas pekerjaan.
"Mutu bangunan harus menjadi prioritas. Saya berharap seluruh pihak menjaga kualitas pekerjaan sehingga gedung yang dibangun benar-benar kokoh, aman, dan memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah," tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua Tim Sarana dan Prasarana, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Palu beserta jajaran, para kepala madrasah negeri se-Kota Palu, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
