Kanwil Kemenag Sulteng Ikuti Bimtek Early Warning System Si Rukun, Perkuat Deteksi Dini Konflik dan Kerukunan Umat Beragama
Ket: Mengikuti Bimtek Si Rukun
Palu (Kemenag Sulteng) – Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Pembimas Budha Warsana menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Early Warning System (EWS) Si Rukun yang diselenggarakan oleh PKUB Kementerian Agama RI secara daring, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, Dr. H. Muhammad Adib Abdushomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D., dan diikuti sekitar 200 peserta dari Sulawesi Tengah.
Peserta berasal dari berbagai unsur di lingkungan Kementerian Agama, antara lain Pejabat Administrator Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota beserta Kepala Tata Usaha, Tim Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Penyuluh Agama, serta Penghulu se-Sulawesi Tengah.
Early Warning System (EWS) Si Rukun merupakan sistem yang dikembangkan untuk memperkuat upaya pencegahan dini terhadap potensi konflik sosial keagamaan. Sistem ini berfungsi mendeteksi secara dini potensi konflik yang muncul serta mendorong respons cepat melalui langkah-langkah penanganan yang tepat guna menjaga kerukunan dan keharmonisan masyarakat.

Dalam sambutannya, Warsana mengajak seluruh peserta mengikuti Bimtek dengan penuh semangat agar mampu mengimplementasikan EWS Si Rukun secara optimal di wilayah masing-masing.
"Apabila aplikasi Early Warning System Si Rukun dapat kita manfaatkan secara maksimal, maka akan memberikan kontribusi besar dalam menjaga persatuan umat beragama. Di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi pola pikir dan kehidupan masyarakat, kita dituntut lebih bijak agar tidak mudah terprovokasi maupun terpancing menyampaikan ujaran yang dapat merusak kerukunan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penerapan EWS Si Rukun di Sulawesi Tengah diharapkan mampu menjadi instrumen nyata dalam memperkuat moderasi beragama sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang majemuk.
Warsana juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala PKUB Kementerian Agama RI beserta tim atas kesempatan yang diberikan kepada Sulawesi Tengah untuk mengikuti Bimtek tersebut.
"Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Bapak Kepala PKUB beserta tim untuk memberikan bimbingan kepada kami agar mampu memahami dan menguasai implementasi Early Warning System Si Rukun sebagai bagian dari kebijakan Kementerian Agama, khususnya pada sektor yang menjadi tanggung jawab Sekretariat Jenderal dan PKUB. Kami siap mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dari awal hingga akhir," katanya.
Ia berharap seluruh peserta dapat menyerap materi secara optimal sehingga mampu mengimplementasikan sistem tersebut dalam mendukung deteksi dini potensi konflik serta memperkuat kerukunan umat beragama di Sulawesi Tengah.
Melalui Bimtek ini, Kementerian Agama terus memperkuat kapasitas aparatur dalam membangun sistem deteksi dini yang responsif dan terintegrasi, sebagai langkah strategis menjaga kerukunan umat beragama dan menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan toleran.