Diikuti 293 Peserta, OMI Tingkat Kabupaten Donggala 2026 Resmi Dibuka
Ket: Pembukaan OMI 2026 tingkat Kabupaten Donggala
Donggala (Kemenag Sulteng) - Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Donggala tahun 2026 resmi dibuka pada Senin (7/9/2026). Kegiatan yang dipusatkan di MAN Donggala tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Donggala, H. Haerolah Muh. Arief.
OMI tingkat Kabupaten Donggala berlangsung selama tiga hari, 7–9 September 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 293 siswa. Peserta terdiri atas 50 siswa tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), 132 siswa tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 111 siswa tingkat Madrasah Aliyah (MA).
Pembukaan OMI turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Donggala, H. Burhan Munawir, Ketua dan anggota Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas), serta para Kepala Madrasah Negeri dan Swasta se-Kabupaten Donggala.
Dalam sambutannya, Haerolah mengatakan OMI tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan piala, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa madrasah untuk menunjukkan kemampuan di berbagai bidang, seperti sains, teknologi, literasi, dan keagamaan.
“OMI menjadi panggung pembuktian bahwa siswa-siswi madrasah di Kabupaten Donggala mampu bersaing, berprestasi, dan unggul. Menang atau kalah adalah hal biasa, namun pengalaman, ketangguhan, dan integritas yang dibangun hari ini menjadi bekal berharga untuk masa depan,” ujar Haerolah.
Haerolah juga meminta panitia dan tim pengawas memastikan pelaksanaan perlombaan berlangsung objektif dan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, proses yang adil penting untuk menghasilkan peserta terbaik yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Donggala pada tingkat selanjutnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Donggala, H. Burhan Munawir, mengatakan partisipasi peserta pada OMI tahun ini mengalami peningkatan. Dari total 293 peserta, sebagian besar berasal dari jenjang MTs dan MA.
“Tahun ini jumlah peserta mencapai 293 siswa. Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya antusiasme madrasah dalam memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan potensi dan kemampuan mereka melalui kompetisi,” kata Burhan.
Ia berharap pelaksanaan OMI dapat menjadi bagian dari pembinaan prestasi siswa madrasah sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengukur kemampuan mereka melalui kompetisi di tingkat kabupaten.




