Logo
21 September 2026 11:13:0 55

Kakanwil Kemenag Sulteng: Asesmen Harus Mendorong Transformasi Pembelajaran

Ket: Kakanwil Kemenag Sulteng Dr. H. Junaidin, S.Ag., MA.


Palu (Kemenag Sulteng) - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, menegaskan bahwa transformasi asesmen pendidikan harus menjadi momentum untuk melakukan transformasi pembelajaran di sekolah dan madrasah. Orientasi pembelajaran, menurutnya, tidak cukup hanya mengejar ketuntasan materi, tetapi harus memastikan kompetensi peserta didik berkembang.

Hal tersebut disampaikan Junaidin saat menjadi narasumber Webinar Pendidikan Nasional Bersama Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah bertema “Transformasi Asesmen Pendidikan Nasional 2026: Integrasi Pelaksanaan Asesmen Nasional dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta Penguatan Literasi dan Numerasi”, yang diselenggarakan Bintang Pelajar melalui program 2nd Edition KENAL TKA BP 2026, Senin (21/9/2026). Webinar diikuti lebih dari 500 peserta yang terdiri atas kepala madrasah, guru, dan tenaga pendidik di bawah naungan Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah.

Kakanwil Kemenag Sulteng Dr. H. Junaidin, S.Ag., MA. saat menjadi narasumber

“Guru tidak hanya bertanya materi apa yang harus saya sampaikan hari ini, tetapi harus bertanya kompetensi apa yang harus dimiliki anak setelah pembelajaran selesai,” ujar Junaidin. Ia menilai perubahan orientasi dari materi menuju kompetensi akan mendorong pembelajaran yang lebih berpusat pada kemampuan peserta didik.

Junaidin juga meminta pendidik tidak menjadikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai sumber ketakutan bagi peserta didik. Menurutnya, asesmen harus dipahami sebagai bagian dari perjalanan belajar yang memberikan informasi mengenai capaian, kekuatan, kesenjangan, dan aspek yang masih perlu diperbaiki.

“Kalau hasil asesmen menunjukkan masih ada kompetensi yang belum kuat, jangan panik dan jangan mencari siapa yang salah. Kita harus bertanya apa yang harus kita perbaiki,” tegasnya. Hasil asesmen, lanjutnya, harus menjadi dasar intervensi, baik melalui penguatan literasi dan numerasi, pengembangan kompetensi guru, maupun pendampingan terhadap peserta didik.

Ia menekankan bahwa literasi dan numerasi bukan sekadar kemampuan untuk menghadapi ujian, tetapi menjadi bekal peserta didik dalam memahami informasi, menalar persoalan, serta mengambil keputusan dalam kehidupan. Karena itu, literasi dan numerasi perlu dibangun sebagai budaya di sekolah dan madrasah, bukan hanya program menjelang pelaksanaan asesmen.

Berdasarkan data sementara per 19 September 2026, sebanyak 5.569 peserta didik di Sulawesi Tengah telah ditarik ke TKA dari aplikasi Verifikasi Validasi Peserta Didik (VervalPD), yang berasal dari 175 satuan pendidikan, baik madrasah negeri maupun swasta. Junaidin berharap data tersebut tidak berhenti sebagai angka, tetapi dapat dimanfaatkan untuk memetakan mutu dan menentukan langkah perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan.

Menutup arahannya, Junaidin mengingatkan pentingnya menjaga jati diri madrasah dalam transformasi pendidikan. Madrasah, kata dia, harus melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berilmu, berakhlak, berintegritas, mampu berpikir kritis, menguasai teknologi, dan memiliki kepedulian sosial. “Madrasah harus melahirkan manusia, bukan sekadar lulusan,” pungkasnya.

Peserta yang terdiri atas kepala madrasah, guru, dan tenaga pendidik di bawah naungan Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah.
Tags: Pendis Acara

Editor: Ferizal M. Latopada
Fotografer: Ferizal M. Latopada

HUBUNGI KAMI

JL. Prof Moh Yamin, Birobuli Utara, Kec. Palu Selatan Kota Palu, Sulawesi Tengah 94231

0811-5880-7272

kanwilsulteng@kemenag.go.id

TAUTAN TERKAIT

CHAT KAMI (Klik Sekarang)

Beranda

Download Informasi Penting

PPID

Permohonan Data

IKUTI KAMI
Statistik Pengunjung
User Aktif (Realtime)
0
Total Hari Ini 0
Total Kemarin 963
Total Bulan Ini 15,314
Total Keseluruhan 424,856
Updated 03:13:52 AM Auto 30s