Kemenag Tolitoli Gelar Pembinaan ASN, Dorong Profesionalisme Guru Madrasah
Ket: Kegiatan Pembinaan ASN Guru Madrasah di Aula Kantor Kemenag Kab. Tolitoli
Tolitoli (Kemenag Sulteng) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tolitoli menggelar kegiatan Pembinaan ASN Guru Madrasah, Selasa (7/4/2026), di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Tolitoli. Kegiatan ini diikuti oleh pengawas madrasah, kepala madrasah negeri dan swasta, kepala KUA, serta ASN guru madrasah dari beberapa kecamatan di wilayah Tolitoli.

Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya ASN di lingkungan madrasah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan profesionalisme, serta menanamkan nilai-nilai integritas dalam pelaksanaan tugas.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tolitoli, Makmur Muhammad Arief, menyampaikan gambaran umum kondisi ASN di lingkungan Kemenag Tolitoli. Ia menyebutkan jumlah ASN saat ini mencapai 634 orang, termasuk 204 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), serta terdapat 8 ASN yang telah meninggal dunia.
Program makanan bergizi bagi peserta didik madrasah juga telah berjalan sebagai bentuk perhatian terhadap peningkatan kualitas generasi muda, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan.

"Melalui kegiatan pembinaan ini, ASN diharapkan semakin profesional, solid, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Makmur.
Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kemenag Sulteng, Moh Taslim, turut hadir dan memberikan materi pembinaan kepada peserta. Ia menyampaikan bahwa kebersamaan dan persatuan di antara ASN merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat dan harmonis.
Program penguatan karakter anak melalui madrasah menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama. Kabupaten Tolitoli disebut sebagai salah satu dari tiga daerah percontohan dalam pelaksanaan program tersebut, sehingga diharapkan mampu menjadi model bagi daerah lainnya di Sulawesi Tengah.

Selain itu, profesionalisme ASN, integritas, serta semangat melayani dengan hati menjadi poin penting dalam mewujudkan birokrasi yang religius dan berkualitas.
"Kapasitas diri harus terus ditingkatkan, integritas dijaga, dan inisiatif perlu dibangun tanpa menunggu untuk dilihat agar menjadi ASN yang lebih baik," tegasnya.