Lewati ke konten utama
Kemenag Kab Toli-Toli

Sambutan Kakankemenag dalam rangka pisah sambut pejabat Tata Usaha

Mapatoba oba

7 Oktober 2026 20:15:17


Sinergi dan Kehangatan Mewarnai Lepas Sambut Pejabat TU MTsN 2 Tolitoli, Kakankemenag Tekankan Validasi Data hingga Profesionalisme


Tolitoli (Kemenag Sulteng) - Acara lepas sambut pejabat Tata Usaha di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Tolitoli berlangsung khidmat, hangat, dan penuh rasa kekeluargaan. Kegiatan tersebut menjadi momen penting dalam penguatan tata kelola administrasi sekaligus momentum perpisahan dan penyambutan pejabat tata usaha di lingkungan madrasah bertempat di Aula MTsN 2 Tolitoli Selasa (6/10/26).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Tolitoli, H. Jumade, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala MTsN 2 Tolitoli, Komite serta Pendidik dan tenaga kependidikan

Mengawali arahannya, Kakankemenag menekankan pentingnya peran Pemantauan Pengendalian Intern Pengelolaan Keuangan Negara (PIPK) sebagai pemeriksa internal. Tim PIPK bertugas mengawal dan memastikan penggunaan anggaran serta pelaporan keuangan berjalan akuntabel dan transparan.

Dalam suasana santai, Kakankemenag sempat bercanda mengenai pengalamannya bekerja bersama pejabat yang baru dilantik. Ia menceritakan rekam jejak kebersamaan yang sering kali diwarnai perpindahan tugas, sembari memuji kapasitas dan pemahaman mendalam sang pejabat di bidang kepegawaian.

"Saya yakin dan percaya dengan keahlian yang dimiliki. Namun ingat, tantangan kedepan terkait data akan semakin banyak dan dinamis. Sinergi antara kantor Kemenag dan satker di lapangan harus terus diperkuat untuk pembenahan data," ujar Kakankemenag.

Selain perihal administrasi, Kakankemenag menggarisbawahi pentingnya harmoni antara Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) dan Kepala Madrasah. Kaur TU dituntut profesional dan memiliki integritas dalam menjembatani aspirasi guru, staf, serta kebijakan pimpinan tanpa memihak secara sepihak.

"Jangan berjalan sendiri-sendiri. Kaur TU dan Kepala Madrasah adalah pasangan yang harus sejalan. Kaur TU harus lihai memainkan peran profesionalnya agar roda organisasi berjalan harmonis," tegasnya.

Mengenai perpindahan tugas mantan Kaur TU menjadi Kasubag TU, Kakankemenag mengingatkan bahwa secara fisik pejabat tersebut memang berpindah, namun tanggung jawabnya kini justru melingkupi jangkauan yang lebih luas untuk membina seluruh satker, termasuk MTsN 2 Tolitoli.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kasubag TU yang baru dilantik, Zubair H. Pataray, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar MTsN 2 Tolitoli atas sinergi, dukungan, dan kerja sama solid yang terbangun selama masa kepemimpinannya di lini administrasi tata usaha.

"Masa 4 tahun 3 bulan bukanlah waktu yang singkat. Begitu banyak dinamika dan perjuangan yang telah kita lewati bersama. Terima kasih atas kerja sama dan kebersamaan seluruh rekan-rekan guru dan staf TU yang selalu solid dalam menjalankan tugas," ujarnya.

"Saya mohon doa restu dan dukungan dari Bapak/Ibu semua untuk mengemban amanah di tempat yang baru. Mari kita berikan dukungan penuh dan sinergi terbaik kita kepada Kepala Tata Usaha yang baru agar kinerja MTsN 2 Tolitoli semakin maju," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, pejabat Kaur TU MTsN 2 Tolitoli yang baru Adi Abdu turut menyapa dan menyampaikan rasa hormat kepada Kepala MTsN 2 Tolitoli, pejabat Kasubag TU, Ketua Komite Madrasah, serta seluruh dewan guru dan staf yang hadir. Ia mengaku bersyukur karena amanah baru ini mendekatkannya dengan rumah dan keluarga, serta menempatkannya di lingkungan kerja yang sebagian besar personelnya sudah ia kenal dengan baik.

Ia menyadari bahwa setiap penugasan awal tentu membawa beban dan rasa canggung tersendiri. Namun, dukungan penuh dan kekompakan dari seluruh elemen madrasah membuatnya makin mantap dan optimis dalam menjalankan tugas administrasi kedepan.

Mengakhiri sambutannya, Kaur TU yang baru menegaskan komitmennya dalam menjaga amanah jabatan yang dinilainya akan dimintai pertanggungjawaban hingga ke akhirat. Ia meminta bimbingan serta sinergi dari seluruh dewan guru dan staf tata usaha agar setiap tantangan dapat diselesaikan secara bergotong royong.

"Setiap jabatan adalah amanah dan setiap amanah adalah tanggung jawab. Saya tidak bisa berjalan sendiri. Mari kita bicarakan dan selesaikan segala hal bersama-sama. Seperti pepatah, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing," tutupnya.