
Kakankemenag bersama DWP Kemenag Morowali Ikuti Webinar Nasional Secara Virtual

Ket: Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Morowali, H. Asat Latopada, S.Ag Turut Mendampingi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Morowali Ikuti Webinar Nasional Selasa 06/9/2022
Morowali (Kemenag Sulteng) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Morowali, H. As'at Latopada, S.Ag, bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Morowali Ikuti Webinar Nasional secara virtual bertempat di aula Kantor Kemenag Morowali, Selasa 06/9/2022.
Sebelum webinar dimulai, As'at, mengucapkan terima kasih kepada para ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Morowali yang nampak semangat dan antusias untuk mengikuti Webinar Nasional Dengan Tema “Mengenal Dunia Media Sosial Gen - Z dan Remaja: Toleran atau jadi ekstrimis? " yang diadakan secara virtual ini.
Dia berpesan selaku istri ASN Kemenag Morowali mari kita bersama-sama menjaga nama baik Kementerian Agama serta menjadi Ibu yang baik bagi anak-anak dan menjadi istri terbaik yang dapat mensupport suami dalam melakukan tugasnya.
Setelah kegiatan webiner dimulai, As'at bersama Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Morowali begitu antusias mengikuti kegiatan Webinar tersebut
Dalam Webinar ini, Ketua penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenag RI, Hj. Eny Yaqut dalam kegiatan Webinar Mengenal dunia Media Sosial Gen-Z dan Remaja Toleran atau Jadi Ekstrimis, mengungkapkan, generasi Z adalah generasi yang penuh dengan keterbukaan. Namun sering tidak bisa menentukan jati dirinya sendiri akibat banyaknya terpaan dari dunia maya. “Mereka sering terpengaruh oleh orang-orang yang mereka anggap idola. Satu hari ingin jadi seperti A, di lain hari ingin jadi seperti B,” tutur Eny.
Keterlibatan anak generasi Z akan internet tidak bisa dihindari, Maka dari itu tugas orang tua untuk mengerahkan mereka melakukan hal positif dengan internet, tandasnya.
Selanjutnya narasumber aktivis perempuan, Kalis Mardiasih mengungkapkan, Sekarang ini sudah tidak berlaku paradigma bahwa ekstrimisme, teroris itu identik dengan orang tidak berpendidikan, dari kaum tidak berada, tidak berpendidikan dan lainnya. Justru mereka yang yang berpendidikan tinggi, orang kaya, sekarang ini sangat bisa terpapar ekstrimisme. Yang menyusun narasi hoax di media sosial terkait ekstrimisme itu mereka yang berpendidikan, ungkapnya.
Kalis mengimbau para peserta webinar selaku orang tua agar selalu memperhatikan perilaku anak terhadap gagdet. Juga hati-hati terhadap situs dan kanal-kanal yang berbau ekstrimisme.
By. Humas Morowali
- 1 SE Menteri Agama No 2 Tahun 2025 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1446 H
- 2 SE KPK Nomor 7 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Hari Raya
- 3 Pemberitahuan Uji Kompetensi Pranata Komputer, Statistisi, dan Asisten Statistisi Tahap I
- 4 SE Sekretaris Jenderal Nomor SE.12 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran Kementerian Agama Tahun 2025 dan Efektivitas Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kementerian Agama
- 5 Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 244 Tahun 2025 tentang Program Prioritas Menteri Agama Tahun 2025-2029