ASN Kemenag Tolitoli Didorong Hadirkan Layanan Inklusif
Ket: Kakanwil Kemenag Sulteng, Junaidin.
Tolitoli (Kemenag Sulteng) - Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tolitoli didorong menghadirkan layanan yang inklusif kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulteng, Junaidin, dalam Forum Silaturahmi dan Pembinaan ASN Kemenag Tolitoli yang digelar di Aula MAN Tolitoli, Senin (26/1/2026), sekaligus menjadi kunjungan perdana Kakanwil ke daerah tersebut sejak dilantik oleh Menteri Agama pada 30 Desember 2025.
Dalam arahannya, Kakanwil Junaidin menekankan bahwa ASN Kementerian Agama harus memahami secara utuh tugas dan fungsi kelembagaannya sebagai pelayan publik di bidang keagamaan yang memiliki dimensi sosial luas.
"Kementerian Agama hadir untuk menjaga keseimbangan kehidupan beragama, bukan untuk mengatur ajaran agama. Negara hadir memastikan semua pemeluk agama diperlakukan secara adil dan memiliki hak yang sama," ujarnya.
Ia menilai, kehidupan masyarakat yang majemuk membutuhkan peran negara untuk menjaga keseimbangan sosial agar tidak terjadi diskriminasi antarkelompok. Dalam konteks tersebut, ASN Kemenag dituntut menjadi bagian dari solusi melalui pelayanan yang inklusif dan berkeadilan.
"Rasa adil itu harus dibangun bersama. Kerukunan bukan sekadar slogan, tetapi modal sosial yang besar dalam memajukan daerah dan menjaga stabilitas kehidupan bermasyarakat," katanya.
Ia menjelaskan bahwa arah kerja ASN Kemenag sejalan dengan delapan program prioritas Kementerian Agama atau Asta Protas yang dicanangkan Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan yang mencakup kerukunan internal umat beragama, kerukunan antarumat beragama, serta hubungan harmonis antara umat beragama dan pemerintah.
"Kerukunan itu bukan sesuatu yang bisa diabaikan. Dalam masyarakat yang plural, kerukunan menjadi fondasi wajib agar kehidupan sosial tetap berjalan dengan baik," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Kakanwil juga menyinggung pentingnya penguatan moderasi beragama sebagai pendekatan dalam merawat keberagaman. Menurutnya, moderasi beragama tidak lagi menjadi wacana internal Kementerian Agama semata, melainkan telah menjadi kebijakan nasional.
"Moderasi beragama harus terus dihidupkan dan ditumbuhkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Apalagi sudah ada Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama, maka ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya Kemenag," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan penguatan moderasi beragama membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga iklim kehidupan sosial yang harmonis.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ia juga mengingatkan ASN Kemenag agar tetap menjaga ritme dan semangat kerja. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas layanan publik.
"Kita harus tetap energik dan adaptif. Jaga ekosistem layanan yang cepat, inklusif, dan profesional," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tolitoli, Mohammad Besar Bantilan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama.
"Kunjungan kerja ini memiliki makna strategis, khususnya dalam pembinaan ASN Kemenag serta penguatan kerja sama lintas sektor di daerah," kata Wakil Bupati.
Ia menilai ASN Kemenag tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat yang saling menghormati di tengah keberagaman.
"Kehadiran para tokoh lintas agama dalam forum ini menunjukkan bahwa keharmonisan di Tolitoli dibangun melalui dialog dan kerja bersama," sebutnya.
Pemerintah Kabupaten Tolitoli, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan Kementerian Agama dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, terutama pada penguatan sumber daya manusia dan kehidupan sosial yang rukun.
Kabupaten Tolitoli menjadi daerah pertama yang dikunjungi Kakanwil dalam rangkaian kunjungan kerja ke 13 kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Sulteng, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kemenag Sulteng, Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, Ketua FKUB dan PWKI, para kepala KUA, kepala madrasah negeri dan swasta, serta tokoh lintas agama di Kabupaten Tolitoli.