Marching Band MAN Buol Tampil Memukau dalam Lomba Mini Display HUTDA ke-27 Kabupaten Buol
Ket: Dokumentasi penampilan Marching Band MAN Buol dalam event Lomba Mini Display MARCHING & DRUMBAND di Area CFD Buol.
MAN Buol (Kemenag Sulteng) - Marching Band Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buol turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Daerah (HUTDA) ke-27 Kabupaten Buol melalui partisipasinya dalam Lomba Marching Band/Drumband Mini Display Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Buol, Ahad (11/10/2026). Keikutsertaan ini menjadi wujud partisipasi aktif madrasah dalam mendukung kegiatan daerah sekaligus mengembangkan bakat, kreativitas, dan potensi seni peserta didik.
Kegiatan yang berlangsung di arena Car Free Day (CFD) Kabupaten Buol tersebut diikuti enam peserta, yakni SMAN 1 Momunu, SMPN 2 Biau, MIN Buol, MAN Buol, MTsN 1 Buol, dan SMAN 1 Biau. Rangkaian penampilan berlangsung mulai pukul 08.40 hingga 09.50 WITA dan disaksikan oleh Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj Daimaroto, S.H., M.H., jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta masyarakat yang mengunjungi kawasan CFD.
Lomba ini mengusung konsep mini display, yakni pertunjukan marching band atau drumband yang memadukan unsur musik, baris-berbaris, gerakan, formasi, dan kreativitas visual dalam area yang telah ditentukan panitia. Setiap peserta diberikan kebebasan memilih lagu, aransemen, medley, dan konsep penampilan sesuai kreativitas masing-masing, dengan tetap memperhatikan kesopanan serta ketentuan teknis perlombaan.
Berdasarkan petunjuk teknis yang ditetapkan panitia, setiap peserta diwajibkan menampilkan pertunjukan dengan durasi minimal delapan menit dan maksimal 12 menit. Peserta juga harus menyesuaikan formasi dan gerakan dengan area jalan raya yang menjadi arena utama CFD. Penggunaan alat musik dan properti diperbolehkan selama aman, tertib, dan tidak mengganggu peserta lainnya.
Adapun aspek penilaian meliputi musikalitas dengan bobot 30 persen, kekompakan dan ketepatan gerakan sebesar 20 persen, display dan kreativitas sebesar 20 persen, teknik penguasaan alat sebesar 15 persen, penampilan dan ekspresi sebesar 10 persen, serta kerapian dan ketepatan waktu sebesar lima persen. Komponen tersebut menuntut peserta untuk menampilkan kualitas musik yang baik, keseragaman gerakan, variasi formasi, penguasaan alat, serta kemampuan membangun komunikasi dengan penonton.
Kepala MAN Buol, Salman Dj Adjud, mengungkapkan bahwa persiapan tim marching band dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Setelah menerima surat undangan beserta petunjuk teknis pelaksanaan lomba, ia segera memanggil pembina ekstrakurikuler marching band untuk mengoordinasikan persiapan dan memaksimalkan waktu latihan yang tersedia.
“Surat pemberitahuan tentang lomba diterima seminggu sebelum pelaksanaan. Jadi, waktu latihannya cukup terbatas. Namun, berkat ketekunan anak-anak marching band dan pelatihnya, mereka bisa tampil dengan baik hari ini,” ungkap Salman.
Senada dengan itu, Pembina Ekstrakurikuler Marching Band MAN Buol, Rusdayanti, menjelaskan bahwa tim hanya memiliki waktu sekitar enam hari untuk mempersiapkan penampilan. Meski demikian, keterbatasan waktu tersebut dapat diatasi melalui latihan intensif dan dukungan berbagai pihak di lingkungan madrasah.
Menurutnya, para anggota marching band menjalani latihan secara intensif sejak pagi hingga sore menjelang pelaksanaan lomba. Dukungan dari para guru dan tenaga kependidikan turut membantu kelancaran persiapan sehingga peserta didik dapat tampil dengan penuh semangat dan percaya diri.
“Walaupun waktu latihan hanya sekitar enam hari, kami berusaha memaksimalkannya dengan dukungan semua pihak, terutama tim pengajar di madrasah. Anak-anak berlatih secara intensif dari pagi hingga petang menjelang lomba,” jelas Rusdayanti.
Ia menambahkan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan tersebut merupakan pengalaman berharga bagi peserta didik. Terlepas dari hasil akhir perlombaan, pihaknya tetap bangga karena Marching Band MAN Buol dapat mengambil bagian dalam memeriahkan hari jadi Kabupaten Buol yang ke-27.
Sementara itu, salah seorang anggota Marching Band MAN Buol, Muslima H. Dai, menyampaikan bahwa timnya membawakan empat lagu dalam penampilan mini display tersebut, yaitu Bvuoyo Rlipu Koponuku, 17 Agustus, Time of Our Lives, dan Simfoni yang Indah.
“Kami optimistis menang karena sudah tampil maksimal,” ujarnya dengan penuh semangat.
Partisipasi Marching Band MAN Buol dalam ajang ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter peserta didik. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, para siswa belajar tentang kedisiplinan, kerja sama tim, tanggung jawab, ketekunan, serta keberanian untuk tampil di hadapan publik.
Keikutsertaan tersebut sekaligus menegaskan komitmen MAN Buol dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Semangat dan kerja keras yang ditunjukkan para anggota marching band diharapkan menjadi motivasi untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, serta mengukir prestasi yang membanggakan bagi madrasah dan Kabupaten Buol. (SH-MANBuol)