Menjelang Purnabakti, Ketua POKJAWAS Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MAN Sigi
Ket: Arahan Ketua POKJAWAS (Sugiono Lasa S.Pd, M.Pd)
Sigi, 27 Juli 2026 _ Menjelang masa purnabakti ketua POKJAWAS sekaligus Pengawas Pembina MAN Sigi (Sugiono Lasa, S.Pd, M.Pd) melaksanakan kegiatan pembinaan sekaligus penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan di MAN Sigi. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen bersama dalam menghadirkan pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter, penguatan akhlak, dan peningkatan mutu pendidikan di madrasah.
Kegiatan yang berlangsung di ruang Perpustakaan MAN Sigi tersebut dihadiri oleh Kepala Madrasah, seluruh dewan guru, serta tenaga kependidikan. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Pengawas Pembina memberikan arahan mengenai strategi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang selaras dengan kebijakan transformasi pendidikan Kementerian Agama.
Dalam pembinaannya, Pengawas Pembina menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep yang tertuang dalam perangkat ajar, tetapi harus diwujudkan dalam praktik pembelajaran yang kontekstual, menyentuh kehidupan nyata peserta didik, dan membangun budaya madrasah yang humanis.
“Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan. Setiap materi pembelajaran hendaknya mampu mengajak peserta didik untuk mencintai Allah SWT, menghargai sesama, menjaga lingkungan, mencintai bangsa, serta menjadikan ilmu sebagai jalan untuk menghadirkan kemaslahatan. Ketika pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, peserta didik akan lebih mudah memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai tersebut,” ujarnya.
Beliau juga mengajak seluruh pendidik untuk terus menghadirkan pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik melalui keteladanan, komunikasi yang santun, serta pembiasaan nilai-nilai positif dalam setiap aktivitas di madrasah. Menurutnya, keberhasilan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari tumbuhnya karakter peserta didik yang berakhlak mulia, peduli, bertanggung jawab, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis.
Mengakhiri arahannya, Beliau menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengabdi sebagai pengawas madrasah hingga menjelang masa purnabakti. Ia berharap seluruh guru tetap menjaga semangat belajar, terus berinovasi, dan memperkuat kolaborasi demi kemajuan madrasah.
“Menjelang akhir masa pengabdian saya, harapan terbesar adalah melihat madrasah terus berkembang dan mampu melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi serta luhur dalam akhlak. Teruslah menjadi pendidik yang mengajar dengan ilmu, membimbing dengan keteladanan, dan mendidik dengan cinta,” pesannya.
Sementara itu, Kepala MAN Sigi (Hj. Hadijah, S.Ag, M.Pd.I) menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, bimbingan, dan pendampingan yang telah diberikan Pengawas Pembina selama menjalankan tugas.
“Atas nama keluarga besar MAN Sigi, kami mengucapkan terima kasih atas segala arahan, motivasi, dan pendampingan yang telah diberikan. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bekal berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten. Semoga setiap pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan,” ungkap Kepala MAN Sigi.
Kegiatan pembinaan ditutup dengan sesi diskusi dan refleksi bersama mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran. Momen tersebut juga menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi Pengawas Pembina yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan dan peningkatan mutu pendidikan madrasah di Kabupaten Sigi.
Melalui kegiatan ini, MAN Sigi meneguhkan komitmennya untuk terus mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari transformasi pendidikan madrasah, sekaligus melanjutkan nilai-nilai pengabdian yang telah diwariskan oleh Pengawas Pembina dalam membangun madrasah yang unggul, humanis, dan berkarakter. [Humas@MAN_Sigi]

