MAN Buol Terima Hasil Sementara PKKM Empat Tahunan, Sejumlah Rekomendasi Jadi Prioritas Pembenahan
Ket: Dokumentasi penyerahan hasil PKKM oleh ibu Pengawas Madrasah Aliyah Hj Sennawati kepada Kepala MAN Buol, Salman Dj Adjud.
MAN Buol (Kemenag Sulteng) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buol menerima hasil sementara Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Empat Tahunan, Senin (2/11/2026). Penyerahan hasil penilaian berlangsung di ruang guru MAN Buol oleh Pengawas Madrasah Aliyah, Hj. Sennawati P., S.Ag., dan diterima langsung oleh Kepala MAN Buol, Drs. Salman Dj Adjud.
Dalam keterangannya sebelum penyerahan hasil penilaian, Hj. Sennawati menjelaskan bahwa nilai yang diserahkan merupakan hasil gabungan penilaian dari unsur pengawas madrasah, komite, guru, dan tenaga kependidikan.

“Nilai PKKM yang saya serahkan hari ini masih bersifat sementara karena masih menunggu dua hasil penilaian lainnya, yakni dari Kabid Penmad Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah dan Kasi Penmad Kemenag Kabupaten Buol yang dijadwalkan pada Februari 2027,” jelasnya.
Meski demikian, menurutnya, hasil penilaian sementara tersebut telah memberikan gambaran mengenai capaian kinerja kepala madrasah selama periode kepemimpinannya. Oleh karena itu, tim penilai juga menyampaikan sejumlah rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti sebagai bahan pembenahan dan peningkatan kinerja ke depan.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah penguatan ekoteologi, yakni pendekatan keagamaan yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan ajaran agama dengan tanggung jawab menjaga serta melestarikan lingkungan hidup.
Dalam aspek tersebut, MAN Buol direkomendasikan untuk mengembangkan program penghijauan melalui gerakan “Satu Guru Satu Pohon” dan “Satu Murid Satu Tanaman Bunga” sebagai bentuk keterlibatan seluruh warga madrasah dalam menciptakan lingkungan yang hijau, asri, dan nyaman.

Menanggapi rekomendasi tersebut, Kepala MAN Buol, Salman Dj Adjud, menyampaikan bahwa upaya penghijauan sebenarnya telah menjadi bagian dari program madrasah melalui gerakan Go Green. Namun, program tersebut akan semakin digalakkan agar hasilnya lebih nyata dan berkelanjutan.
“Memang ada sejumlah tanaman yang mati akibat faktor kemarau panjang, tetapi akan dilakukan penyulaman bibit agar program penghijauan ini tetap berjalan dan lingkungan madrasah semakin hijau,” tegas Salman.
Selain ekoteologi, aspek pengembangan kewirausahaan juga menjadi salah satu perhatian tim penilai. Salman menjelaskan bahwa MAN Buol saat ini tengah mengembangkan kantin sehat dan koperasi madrasah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan serta membangun kemandirian ekonomi di lingkungan madrasah.
Di bidang peningkatan sarana dan layanan pendidikan, digitalisasi pelayanan perpustakaan serta pembenahan dan pelengkapan sarana Laboratorium IPA turut menjadi prioritas yang akan segera ditindaklanjuti sebelum pelaksanaan penilaian lanjutan pada Februari 2027.
Berbagai rekomendasi tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi MAN Buol untuk melakukan pembenahan secara bertahap dan berkelanjutan. Melalui tindak lanjut hasil PKKM, madrasah diharapkan semakin memperkuat tata kelola kelembagaan, mengembangkan budaya peduli lingkungan, serta meningkatkan kualitas sarana dan layanan pendidikan. (SH_MANBuol)