Civitas MAN 1 Kota Palu Gelar Salat Istisqa: Ikhtiar Spiritual di Tengah Krisis Kekeringan
Ket: Foto : Kegiatan Sholat Istisqa
Palu, (Humas ) — Kekeringan yang melanda Kota Palu dalam beberapa bulan terakhir membuat civitas akademika Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Palu turun ke halaman sekolah, bukan untuk belajar seperti biasa, melainkan untuk bersujud memohon hujan. Kamis pagi, tepat pukul 07.00 WITA, ratusan guru, staf, dan siswa berbaris rapi menggelar Salat Istisqa, sebuah ritual spiritual yang jarang dilakukan namun sarat makna di tengah krisis iklim yang kian nyata.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat dua rakaat ini adalah Ustadz Ahmad Sobar Riyadi, S.Ag. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk merenungi kondisi alam yang kian mengkhawatirkan, sekaligus menegaskan bahwa fenomena kemarau panjang bukan semata persoalan cuaca, melainkan juga momentum introspeksi diri dan komunitas.

Yang menarik, kegiatan ini bukan sekadar seremoni formal tahunan. Seluruh dewan guru, staf, dan murid MAN 1 Kota Palu tanpa terkecuali turut ambil bagian, menunjukkan kekompakan institusi pendidikan dalam merespons persoalan lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat Palu — mulai dari krisis air bersih hingga ancaman gagal panen bagi warga yang bergantung pada pertanian.
Prosesi Istisqa ditutup dengan lantunan shalawat yang dibacakan serentak oleh seluruh peserta, menciptakan suasana haru sekaligus khidmat di halaman madrasah yang biasanya ramai oleh aktivitas belajar-mengajar.
Langkah MAN 1 Kota Palu ini menjadi cermin bahwa di tengah keterbatasan manusia menghadapi perubahan iklim, ikhtiar spiritual tetap menjadi pilihan yang relevan — sekaligus pengingat bahwa krisis kekeringan yang terjadi bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga panggilan bagi setiap elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan, untuk turut mengambil peran dalam mencari solusi, baik secara spiritual maupun konkret di lapangan.(ynd)