Monitoring OMI di Poso, Kabid Penmad Tinjau Pelaksanaan dan Sarpras Madrasah
Ket: Monitoring OMI
Poso (Kemenag Sulteng) — Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Syamsu Nursi, melakukan monitoring pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 di MAN 1 Poso, Selasa (6/10/2026).
Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan OMI berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan. Selain OMI, Syamsu juga meninjau pelaksanaan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta kondisi sarana dan prasarana madrasah.
OMI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dilaksanakan selama dua hari, 5–6 September 2026, dan berlangsung dalam beberapa sesi sesuai mata pelajaran yang dipertandingkan. Sebanyak 429 peserta mengikuti kompetisi ini. Mereka merupakan juara I, II, dan III dari tingkat kabupaten/kota yang berkompetisi di 12 titik lokasi se-Sulawesi Tengah menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Dari 429 peserta tersebut, terdiri atas delapan peserta jenjang SD, 10 SMP, 18 SMA, 70 MI, 107 MTs, dan 216 MA. Para peserta berkompetisi pada 11 mata pelajaran untuk memperebutkan posisi terbaik sekaligus kesempatan mewakili Sulawesi Tengah pada OMI tingkat nasional.
Pada jenjang MI, mata pelajaran yang dipertandingkan meliputi Matematika dan IPAS. Jenjang MTs mempertandingkan Matematika, IPAS, dan IPS. Sementara itu, jenjang MA meliputi Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi.
Setiap peserta mengerjakan 20 soal pilihan ganda dan lima soal pilihan ganda kompleks. Proses penilaian dilakukan secara terpusat oleh Komite Nasional OMI sesuai dengan ketentuan pelaksanaan.
Untuk Kabupaten Poso, pelaksanaan OMI dipusatkan di MAN 1 Poso. Secara umum, hasil monitoring menunjukkan pelaksanaan berjalan baik, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.” Tema tersebut menegaskan OMI sebagai ruang pengembangan talenta, inovasi, dan daya saing peserta didik, sekaligus mendorong keterkaitan antara ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pelaksanaan OMI tingkat provinsi merupakan kelanjutan dari kompetisi tingkat kabupaten/kota yang sebelumnya diikuti 3.910 peserta pada 88 titik lokasi di seluruh Sulawesi Tengah. Kompetisi tersebut juga melibatkan 19 sekolah umum dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Selain memantau OMI, Syamsu meninjau pelaksanaan simulasi TKA di MAN 1 Poso. Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan madrasah dalam mendukung peserta didik menghadapi pelaksanaan TKA.
Dalam kunjungan tersebut, Syamsu juga melihat kondisi pagar madrasah yang mengalami kerusakan akibat tingginya debit air sungai. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam peninjauan sarana dan prasarana madrasah.
Syamsu menegaskan bahwa monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan program pendidikan madrasah berjalan optimal sekaligus memberikan perhatian terhadap kondisi sarana dan prasarana yang mendukung keamanan dan kenyamanan proses pembelajaran.
Melalui pelaksanaan OMI secara berjenjang, madrasah diharapkan mampu menemukan dan mengembangkan talenta terbaik peserta didik. Peserta yang meraih peringkat terbaik pada tingkat provinsi selanjutnya berkesempatan mewakili Sulawesi Tengah pada OMI tingkat nasional.
