Kakan Kemenag Banggai: Santri Harus Cakap Teknologi, Kokoh Iman, dan Berakhlak Mulia
Ket: Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Drs. H. Suardi Kandjai, M.Pd
Banggai (Kemenag Sulteng). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, H. Suardi Kandjai, mengajak para santri untuk menguasai teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai keimanan dan akhlak. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Zikir Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2026 di Masjid Agung An-Nur Luwuk, Rabu (21/10/2026).
Pelaksanaan kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kementerian Agama Kabupaten Banggai melalui Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Banggai ini menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan sekaligus meneguhkan peran santri dalam menghadapi tantangan zaman.
Dengan mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Banggai, Ketua DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kabag Kesra, Kepala Dinas Pendidikan, jajaran Kemenag Banggai, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Camat Luwuk, Ketua MUI, Ketua IPIM, pimpinan pondok pesantren, pengurus PGMI dan AGPAI, para imam dan pengurus majelis taklim Kecamatan Luwuk, para santri, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan penyematan sarung dan peci kepada Wakil Bupati Banggai dan Kepala Kemenag Banggai oleh Ketua dan Sekretaris FKPP Kabupaten Banggai. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan sekaligus merepresentasikan identitas dan tradisi santri yang melekat dalam kehidupan pesantren.
Kakan Kemenag Banggai H. Suardi dalam sambutannya menitipkan tiga pesan penting kepada para santri. Pertama, jadilah santri yang luas ilmunya, kokoh imannya, dan luhur akhlaknya. Ilmu pengetahuan, katanya, harus disertai kebijaksanaan agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kedua, kuasai teknologi, jangan dikuasai teknologi. Para santri didorong menjadikan gawai sebagai sarana menambah wawasan dan media sosial sebagai ruang dakwah serta penyebaran kebaikan, bukan tempat menyebarkan kebencian.
Ketiga, jadilah santri yang hadir memberi solusi. Ketika ruang digital dipenuhi berita bohong, santri diharapkan mengedepankan tabayun atau memeriksa kebenaran informasi. Saat ujaran kebencian merebak, santri diharapkan menjadi penyejuk dengan menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
Di hadapan para santri, Ia juga mengingatkan agar mereka tidak pernah merasa rendah diri karena berasal dari pesantren. Menurutnya, kesederhanaan lingkungan pesantren tidak membatasi lahirnya pemikiran besar, pemimpin masa depan, dan generasi yang mampu membawa perubahan bagi bangsa.
“Masa depan tidak hanya membutuhkan generasi yang pintar menggunakan teknologi, tetapi generasi yang tahu untuk apa teknologi itu digunakan,” tegasnya.
Sementara itu Wakil Bupati Banggai H. Furqanuddin Masulili dalam sambutannya menegaskan bahwa, peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum penting untuk mengenang dan menghargai jasa para ulama serta santri dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, sejarah telah mencatat bahwa santri tidak hanya berperan dalam menjaga kehidupan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menumbuhkan semangat kebangsaan dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Santri Nasional sebagai momentum untuk memohon keberkahan bagi Kabupaten Banggai. Ia berharap kabupaten banggai senantiasa diberi keamanan, kedamaian, persatuan, dan kemajuan, disertai peningkatan kesejahteraan masyarakat serta terbentuknya generasi muda yang berkarakter.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi, tetapi juga harus ditopang oleh kekuatan moral dan spiritual. Karena itu, dukungan para ulama, pengelola pondok pesantren, lembaga pendidikan keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam mewujudkan Kabupaten Banggai yang maju dan harmonis.
Ia turut mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat dalam membina generasi yang religius, toleran, cinta tanah air, serta memiliki kepedulian sosial.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah oleh Ustaz Zainal Abidin Alihamu yang menyampaikan empat hal penting yang harus diamalkan oleh para santri, yakni bertakzim kepada guru dan orang tua, istiqamah dalam beribadah, berakhlak mulia sekaligus menjaga nama baik almamater pesantren, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
Melalui kegiatan Zikir Kebangsaan ini, Kemenag Banggai berharap semangat Hari Santri dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui penguatan keimanan, peningkatan kualitas ilmu pengetahuan, pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, serta kontribusi nyata dalam menjaga persatuan dan membangun masyarakat.



