Maulid Nabi Momentum Perkuat Iman, Akhlak, dan Penguasaan Ilmu Pengetahuan
Ket: kepala kantor , Pembawa Hikmah maulid, kepala desa kotarindau, pengawas madrasah
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sigi, H. Lutfi Yunus, hadir sekaligus memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh MTs dan MA Alkhairaat Dolo, bertempat di MTs Alkhairaat Dolo, Kotapulu, Kabupaten Sigi, Senin (24/09/26)
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan, keimanan, akhlak mulia, dan semangat menuntut ilmu bagi peserta didik.
Dalam sambutannya, H. Lutfi Yunus menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak dimaknai sebatas kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk kembali memahami perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW dalam membimbing umat manusia.
Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan sosok panutan yang mendapatkan amanah dari Allah SWT untuk menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia. Di tengah kondisi masyarakat jahiliah yang belum memahami nilai-nilai ketuhanan secara benar, Allah SWT mengutus Rasulullah Muhammad SAW dengan membawa pedoman kehidupan berupa Al-Qur’an.
H. Lutfi Yunus menegaskan bahwa Al-Qur’an menjadi pedoman kehidupan umat manusia dalam membedakan antara yang benar dan yang salah serta antara jalan yang terang
Ia menjelaskan bahwa ilmu yang dibawa Rasulullah SAW terus diwariskan dari generasi ke generasi, mulai dari para sahabat, tabi’in, para ulama, hingga para guru yang memiliki peran penting dalam mencerdaskan generasi penerus.
Karena itu, H. Lutfi Yunus mengajak seluruh peserta didik untuk mensyukuri nikmat ilmu dan keimanan yang telah diwariskan melalui Rasulullah SAW. Menurutnya, pemahaman agama menjadi landasan penting dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam memahami dua kalimat syahadat sebagai pondasi keimanan seorang Muslim.
Dalam kesempatan tersebut, H. Lutfi Yunus juga menekankan pentingnya peran madrasah dalam membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum.
Ia mengatakan bahwa madrasah tidak hanya menjadi tempat mempelajari tata cara ibadah, membaca Al-Qur’an, salat, puasa, dan zakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, wawasan, karakter, serta akhlakul karimah. secara komprehensif mencakup iman, akhlak, ilmu pengetahuan, dan kemampuan memahami kehidupan
“Di madrasah bersumber ilmu pengetahuan, ajaran moralitas dan akhlakul karimah yang kita ajarkan kepada anak-anak kita,” jelasnya.
Sejalan dengan semangat Kementerian Agama Berdampak dan Madrasah Berdampak, ia mendorong agar ilmu yang diperoleh di lingkungan madrasah tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat dibagikan dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas.
Menurutnya, salah satu bentuk madrasah berdampak adalah ketika guru dan peserta didik mampu mentransfer pengetahuan yang dimiliki kepada orang lain, sehingga keberadaan madrasah benar-benar memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, H. Lutfi Yunus menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut madrasah untuk terus beradaptasi. Pendidikan agama harus berjalan seiring dengan penguasaan ilmu pengetahuan umum.
Peserta didik perlu dibekali dengan berbagai disiplin ilmu, seperti biologi, fisika, matematika, serta ilmu pengetahuan lainnya, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama sebagai landasan moral.
“Ilmu agama dan ilmu umum harus seimbang kalau kita mau berkembang, kalau kita mau maju,” tegasnya.
Ia menilai keseimbangan tersebut penting agar generasi madrasah memiliki kemampuan memahami persoalan kehidupan secara utuh. Penguasaan ilmu agama memberikan landasan nilai dan moral, sementara ilmu pengetahuan umum memberikan kemampuan untuk memahami perkembangan sosial, ekonomi, teknologi, dan berbagai persoalan kehidupan lainnya.
H. Lutfi Yunus juga mengingatkan bahwa pemerintah terus memberikan ruang bagi madrasah untuk mengembangkan potensi akademik peserta didik, salah satunya melalui berbagai ajang kompetisi dan olimpiade madrasah sebagai bagian dari upaya mengukur dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menutup sambutannya, H. Lutfi Yunus mengajak seluruh peserta didik, guru, dan keluarga besar MTs dan MA Alkhairaat Dolo menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meningkatkan semangat belajar, memperkuat keimanan, membangun akhlak mulia, serta meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, semangat Maulid Nabi tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi diwujudkan melalui peningkatan kualitas diri, penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan akhlak, serta pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sigi, Sarina Unok, serta diikuti seluruh dewan guru dan pendidik di lingkungan MTs dan MA Alkhairaat Dolo.