Kemenag Banggai Bersama Pemda dan Masyarakat Gelar Salat Istisqa, Mohon Hujan Pembawa Berkah
Ket: Pelaksanaan Salat Istisqa di pelataran Masjid Agung An-Nur Luwuk
Banggai (Kemenag Sulteng). Di tengah kondisi kekeringan yang berdampak pada kesuburan tanah dan ketersediaan air, umat Islam diajak untuk tidak berhenti berharap kepada Allah SWT melalui ikhtiar dan doa. Semangat tersebut tercermin dalam pelaksanaan Salat Istisqa di pelataran Masjid Agung An-Nur Luwuk, Kabupaten Banggai, Sabtu (10/10/2026) sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa rahmat, keberkahan, dan manfaat bagi kehidupan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Banggai, Kepala Kantor Kemenag Banggai, Unsur Forkopimda, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh, Jajaran Kementerian Agama, Pengurus MUI, Tokoh Agama, Para Majelis Taklim dan Masyarakat.
Pelaksanaan Salat Istisqa ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut peringatan Hari Santri Nasional yang akan diperingati pada 22 Oktober mendatang.
Dalam pelaksanaannya, KH. Jazuli Jamaluddin memimpin jalannya shalat (Imam), Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Hikmah Luwuk sekaligus Ketua FKPP Kab. Banggai KH. Muhammad Muadz, Bertindak sebagai khatib dan memimpin doa, sementara Zikir Bersama dipandu oleh Ketua IPIM Kabupaten Drs. Muhammad Mukri dan Penyuluh Agama Islam Ustad Maskad.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, H. Suardi Kandjai, menyampaikan bahwa kondisi kekeringan menjadi pengingat bagi manusia untuk terus berikhtiar sekaligus menggantungkan harapan kepada Allah SWT. Menurutnya, ketika berbagai upaya telah dilakukan, doa menjadi bagian penting dalam memohon pertolongan dan rahmat-Nya.

“Jangan sampai kekeringan tanah membuat hati kita ikut kering dan kehilangan kesuburan. Ketika harapan manusia seolah-olah terbatas, jangan pernah kehilangan jalan untuk kembali kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Suardi mengingatkan bahwa memohon hujan bukan sekadar meminta turunnya air dari langit, melainkan juga momentum untuk merendahkan hati, mengakui kekurangan, dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.
ia mengajak seluruh umat Islam untuk terus menjaga harapan dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Ia menegaskan bahwa meskipun hujan belum turun, keimanan tidak boleh surut dan ikhtiar harus tetap dilanjutkan.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Banggai, Amirudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan Salat Istisqa. Ia menegaskan bahwa di tengah berbagai tantangan kehidupan dan kondisi alam, manusia perlu menyadari keterbatasannya serta senantiasa memohon pertolongan Allah SWT setelah melakukan berbagai upaya.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan Salat Istisqa pada pagi hari ini. Kegiatan ini merupakan ikhtiar spiritual yang sangat penting bagi kita semua di tengah berbagai tantangan kehidupan dan kondisi alam yang kita hadapi,” ujarnya.
Menurutnya, Salat Istisqa bukan sekadar ibadah untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga momentum bagi umat Islam untuk kembali mengingat kebesaran Allah SWT dan menyadari pentingnya air bagi kehidupan, kesuburan tanaman, serta keberlangsungan aktivitas masyarakat.
“Ketika langit belum menurunkan hujan, bumi membutuhkan air, tanaman menantikan kesegaran, dan kehidupan manusia bergantung pada ketersediaan sumber daya alam, kita diajak untuk kembali mengingat kebesaran Allah SWT,” ungkapnya.
Beliau mengajak seluruh jamaah untuk menengadahkan tangan dan membuka hati dengan penuh kerendahan diri, memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang menyuburkan bumi, mencukupi kebutuhan masyarakat, serta membawa keberkahan bagi Kabupaten Banggai.
Pelaksanaan Salat Istisqa ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kesadaran spiritual, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Melalui doa dan ikhtiar bersama, masyarakat Kabupaten Banggai diharapkan senantiasa diberikan rahmat, keberkahan, serta curahan hujan yang membawa manfaat bagi kehidupan.

