Perkuat Karakter Remaja di Era Digital, Kemenag Morowali dan DKM IMIP Bersinergi Gelar BRUS 2026,
Ket: Foto bersama saat kegiatan BRUS selesai
Morowali (Kemenag Sulteng) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Morowali bersinergi dengan DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) IMIP Morowali melaksanakan kegiatan Bimbingan Pranikah Remaja Usia Sekolah (BRUS) Tahun 2026 di SMK Al Khairaat Bahodopi, Senin (10/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Membangun Benteng Karakter Remaja di Era Digital: Remaja Cerdas, Raih Prestasi, Tolak Perilaku Berisiko, Tunda Pernikahan Dini demi Terwujudnya Keluarga Berkualitas.”
Kepala Kemenag Morowali, Marwiah, menegaskan bahwa BRUS menjadi langkah strategis dalam membekali remaja dengan pengetahuan, karakter, dan kemampuan melindungi diri dari berbagai perilaku berisiko. Menurutnya, generasi muda perlu dipersiapkan sejak dini agar mampu mengambil keputusan yang tepat, menjaga pergaulan, serta memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kesadaran remaja bahwa masa sekolah merupakan fase penting untuk belajar, meraih prestasi, dan mempersiapkan masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, BRUS sejalan dengan Asta Protas Menteri Agama, khususnya dalam penguatan pendidikan, pembentukan generasi berkarakter, serta upaya mewujudkan keluarga yang harmonis dan berkualitas.
Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kepala Seksi Bimas Islam sekaligus Ketua Panitia, Hamzanwadi Rahmin, bersama staf Bimas Islam. Turut hadir Kepala KUA Bungku Pesisir dan Kepala KUA Bahodopi, perwakilan DKM IMIP, Wakil Kepala SMKS Padabaho, serta siswa-siswi SMKS Padabaho sebagai peserta kegiatan.
BRUS menghadirkan tiga pemateri dengan perspektif yang saling melengkapi. Psikolog Industri dan Organisasi Kawasan IMIP, Ni Wayan Sadwiyanti K., membahas Kawasan Anti Narkoba. Bidan Puskesmas Bahodopi, Hasni K., menyampaikan materi tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan remaja. Sementara Kepala KUA Bungku Barat, Nanang Zainul Arif, membahas proteksi diri dalam bermedia sosial, bahaya pergaulan bebas, serta pencegahan bullying atau perundungan.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Kemenag Morowali berharap BRUS menjadi ruang edukasi yang mendorong remaja untuk cerdas, berprestasi, berkarakter, dan mampu menjaga diri demi masa depan serta terwujudnya keluarga berkualitas.
