MAN Tolitoli Dorong Transformasi Guru Menjadi Fasilitator Pembelajaran
Ket: Sambutan Kepala Madrasah Aliyah Negeri Tolitoli Muhammad A.Y Rumi pada kegiatan Bimtek Implementasi KBC di Aula MAN Tolitoli
MAN Tolitoli (Kemenag Sulteng) – Pelaksana harian (Plh.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli, Abd. Hafid Arief, mengingatkan pentingnya transformasi peran guru dari penyampai materi menjadi fasilitator pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Pesan tersebut disampaikannya dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digelar MAN Tolitoli di aula madrasah, Jumat (30/10/2026).
"Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga harus mampu menjadi fasilitator yang mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif," ujar Abd. Hafid.
Sementara itu, Kepala MAN Tolitoli, Muhammad A.Y. Rumi, menjelaskan bahwa bimtek tersebut merupakan upaya madrasah meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, khususnya dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.
Kegiatan yang mengusung tema "Guru Transformatif: Dari Pengajar Menjadi Fasilitator Pembelajaran Abad 21" ini membahas penerapan pembelajaran yang humanis dan menyenangkan dengan berlandaskan nilai-nilai cinta dan kasih sayang.
Melalui pendekatan KBC, pembelajaran diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga membangun karakter peserta didik, seperti saling menghargai, toleransi, kepedulian, serta tanggung jawab terhadap sesama dan lingkungan.
Bimtek tersebut diikuti oleh kepala madrasah, kepala urusan tata usaha, guru dan tenaga kependidikan MAN Tolitoli, anggota KKM Induk MAN Tolitoli, serta para pemateri.
Catatan penting: Kutipan langsung di atas merupakan rekonstruksi dari substansi naskah, bukan kutipan verbatim. Jika ingin menggunakan tanda petik dan atribusi “ujarnya”, redaksinya sebaiknya dicocokkan dengan rekaman atau pernyataan asli narasumber.
