Kakanwil Kemenag Sulteng Buka OMI 2026, 429 Peserta Berebut Tiket ke Tingkat Nasional
Ket: Kakanwil didampingi Kabid Penmad, Kakanmenag Kota Palu dan Donggala
Palu (Kemenag Sulteng) - “OMI bukan hanya sekadar mencari pemenang. OMI adalah ikhtiar kita menemukan, mengembangkan, dan menguatkan potensi anak-anak madrasah,” tegas Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, saat membuka Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Aula MAN 2 Kota Palu, Senin (5/10/2026).
OMI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah diikuti 429 peserta yang merupakan juara I, II, dan III pada tingkat kabupaten/kota. Mereka berkompetisi di 12 titik lokasi se sulawesi tengah dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk memperebutkan posisi terbaik pada 11 mata pelajaran dan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional.
Junaidin mengatakan, OMI tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kompetisi untuk memperoleh medali. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk menemukan talenta dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah sekaligus menunjukkan kemampuan madrasah dalam membina peserta didik yang berprestasi dan berdaya saing.
“Dari ruang-ruang kelas yang sederhana bisa lahir pikiran-pikiran besar. Dari madrasah-madrasah kita bisa muncul generasi yang kelak bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Selain prestasi akademik, Junaidin mengingatkan peserta agar menjadikan OMI sebagai ruang pembentukan karakter. Integritas, kejujuran, disiplin, kerja keras, sportivitas, tanggung jawab, dan sikap menghargai peserta lain harus menjadi bagian dari proses kompetisi.
“Menang adalah kebanggaan, tetapi berkarakter adalah kehormatan,” katanya.
Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng, Muh. Syamsu Nursi, dalam laporannya menyampaikan, peserta OMI tingkat provinsi terdiri atas delapan peserta jenjang SD, 10 SMP, 18 SMA, 70 MI, 107 MTs, dan 216 MA.
Kompetisi mempertandingkan 11 mata pelajaran. Pada jenjang MI meliputi Matematika dan IPAS; jenjang MTs meliputi Matematika, IPAS, dan IPS; sedangkan jenjang MA meliputi Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi.
Setiap peserta mengerjakan 20 soal pilihan ganda dan lima soal pilihan ganda kompleks. Penilaian dilakukan secara terpusat oleh Komite Nasional OMI sesuai ketentuan pelaksanaan.

Untuk peserta dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala, pelaksanaan dipusatkan di Laboratorium MAN 2 Kota Palu. Sebelumnya, kesiapan lokasi tersebut telah ditinjau Bidang Pendidikan Madrasah, termasuk fasilitas laboratorium dan ruang pendukung untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai kebutuhan.
OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.” Tema tersebut menegaskan arah OMI sebagai ruang pengembangan talenta, inovasi, dan daya saing peserta didik.
Pelaksanaan tingkat provinsi ini merupakan kelanjutan dari kompetisi tingkat kabupaten/kota yang sebelumnya diikuti 3.910 peserta pada 88 titik lokasi di seluruh Sulawesi Tengah. Kompetisi tersebut juga melibatkan 19 sekolah umum dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Dengan demikian, OMI tidak hanya menjadi kompetisi antarpeserta didik, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan berjenjang untuk menjaring talenta terbaik dari Sulawesi Tengah. Peserta yang meraih peringkat terbaik pada tingkat provinsi selanjutnya berkesempatan mewakili Sulawesi Tengah pada OMI tingkat nasional.
Pembukaan OMI dihadiri secara langsung dan melalui Zoom dari 12 titik se-Sulawesi Tengah, dengan peserta terdiri atas Kepala Kankemenag, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah/Pendidikan Islam, pengawas, kepala madrasah, dan kepala sekolah.
Junaidin berharap OMI 2026 melahirkan lebih banyak talenta unggul dari Sulawesi Tengah yang tidak hanya mampu meraih prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kreativitas, dan daya saing untuk berkompetisi di tingkat nasional hingga internasional.


