Empat Kali Beruntun, Kota Palu Ukir Sejarah di MTQ Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah
Ket: Bupati Sigi mewakili Gubernur Sulawesi Tengah didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah dan unsur Forkopimda menyerahkan Piala Bergilir Gubernur Sulawesi Tengah kepada Sekretaris Kota Palu selaku Ketua LPTQ mewakili Kafilah Kota Palu sebagai Juara Umum MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah pada acara penutupan di Kabupaten Sigi, Sabtu (13/6/2026).
Palu (Kemenag Sulteng) - Kafilah Kota Palu kembali menegaskan dominasinya dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Pada MTQ XXXI yang berlangsung di Kabupaten Sigi, 7–13 Juni 2026, Kota Palu berhasil meraih gelar Juara Umum untuk keempat kalinya secara berturut-turut, sebuah capaian yang belum pernah dicatatkan daerah lain dalam beberapa dekade terakhir penyelenggaraan MTQ di Sulawesi Tengah.
Prestasi tersebut melanjutkan tren positif yang telah dibangun sejak MTQ XXVIII Tahun 2020 di Kabupaten Banggai Kepulauan. Kota Palu kemudian mempertahankan gelar juara umum pada MTQ XXIX Tahun 2022 di Kabupaten Banggai, MTQ XXX Tahun 2024 saat menjadi tuan rumah, dan kembali mengukuhkan diri sebagai yang terbaik pada MTQ XXXI Tahun 2026 di Kabupaten Sigi.
Keberhasilan itu bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi keagamaan. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi indikator keberhasilan pembinaan Al-Qur'an yang dilakukan secara berkelanjutan oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Agama, lembaga pendidikan Al-Qur'an, para pelatih, hingga keluarga peserta.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Ahmad Hasni, menilai capaian empat kali juara umum berturut-turut merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui pembinaan yang konsisten dan kolaboratif.
"Prestasi ini tidak lahir dalam semalam. Di balik keberhasilan mempertahankan gelar juara umum selama empat kali berturut-turut terdapat kerja keras para peserta, pembina, pelatih, orang tua, serta dukungan seluruh masyarakat Kota Palu. Yang lebih penting, MTQ harus menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur'an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Menurut Ahmad Hasni, MTQ sejatinya tidak hanya berorientasi pada perolehan medali dan gelar juara. Esensi utama dari kegiatan tersebut adalah membangun generasi Qurani yang memiliki kemampuan membaca, memahami, dan mengimplementasikan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat.
Pandangan senada disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kota Palu, Burhan Munawir. Ia menegaskan bahwa konsistensi prestasi Kota Palu merupakan buah dari sistem pembinaan yang berjalan sepanjang tahun, bukan hanya menjelang pelaksanaan MTQ.
"Empat kali juara umum berturut-turut menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan telah berjalan pada jalur yang tepat. Ini menjadi motivasi bagi seluruh daerah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan Al-Qur'an. Yang terpenting bukan hanya mencetak juara, tetapi melahirkan generasi yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup," katanya.
Di tengah keberhasilan kolektif tersebut, terdapat sejumlah kisah inspiratif yang mewarnai perjalanan Kafilah Kota Palu. Salah satunya datang dari Muhammad Abid Ardy Athariz, peserta cabang Tilawah Al-Qur'an Golongan Cacat Netra yang berhasil meraih Juara I tingkat provinsi.
Prestasi Abid menjadi perhatian tersendiri karena diraih pada keikutsertaan perdananya di ajang MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan keterbatasan penglihatan yang dimilikinya, Abid mampu menunjukkan kemampuan tilawah yang memukau para dewan hakim dan mengungguli peserta lain yang telah lebih dahulu berpengalaman di arena MTQ.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Semangat belajar, disiplin berlatih, dan ketekunan dalam menghafal serta memahami Al-Qur'an menjadi modal utama yang mengantarkannya meraih hasil terbaik.
Kisah Abid sekaligus menghadirkan pesan kuat bahwa MTQ merupakan ruang yang inklusif bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa untuk menunjukkan kemampuan mereka. Prestasi yang diraihnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya penyandang disabilitas, agar terus percaya diri mengembangkan potensi yang dimiliki.
Keberhasilan Kota Palu mempertahankan gelar juara umum selama empat penyelenggaraan MTQ berturut-turut menunjukkan bahwa investasi dalam pembinaan Al-Qur'an memberikan dampak nyata. Tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur'an.
Dengan capaian tersebut, Kota Palu tidak hanya membawa pulang trofi juara umum dari Kabupaten Sigi. Lebih dari itu, Kota Palu menghadirkan teladan bahwa prestasi yang berkelanjutan lahir dari pembinaan yang konsisten, kolaborasi yang kuat, dan komitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat.

.jpeg)