Pentas PAI SD Baolan 2026, Kemenag Tolitoli Dukung Pengembangan Bakat Siswa
Ket: Pembukaan pentas PAI Jenjang SD Kecamatan Baolan 2026
Tolitoli (Kemenag Sulteng) - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tolitoli mendukung pengembangan bakat dan keterampilan keagamaan peserta didik melalui Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) jenjang SD Kecamatan Baolan Tahun 2026. Diikuti 39 sekolah dasar, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan keagamaan sekaligus menumbuhkan motivasi belajar dan membangun karakter.
Dukungan tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI) Kemenag Tolitoli, Sahar Ibrahim, yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Tolitoli saat pembukaan Pentas PAI di Aula Kantor Kemenag Tolitoli, Kamis (15/10/2026). Ia mengapresiasi panitia pelaksana, jajaran pengawas, serta Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut untuk keempat kalinya.

Sahar juga memberikan penghargaan kepada para tokoh pendidikan yang konsisten mendampingi kontingen Tolitoli hingga ke tingkat provinsi. Menurutnya, Pentas PAI tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi memiliki tiga tujuan strategis, yakni mengasah keterampilan peserta didik dalam bidang Pendidikan Agama Islam, meningkatkan motivasi belajar serta kecerdasan emosional dan spiritual, dan mengidentifikasi sekaligus membina potensi anak sejak dini agar menjadi generasi berprestasi dan berakhlak mulia.
Pentas PAI Kecamatan Baolan tahun ini mempertandingkan lima cabang lomba, yaitu Tilawatil Qur’an, Hifdzil Qur’an Juz 30, Pildacil atau pidato cilik, azan, serta Lomba Cerdas Cermat (LCC).

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli, Ayatullah, yang hadir mewakili kepala dinas, menyoroti pentingnya penguatan adab dan akhlakul karimah dalam pendidikan. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan dan prestasi akademik perlu diimbangi dengan sikap hormat kepada orang tua dan guru.
"Kami berharap sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga membangun ekosistem dan budaya sekolah yang menjadikan adab serta akhlak mulia sebagai fondasi pendidikan," tuturnya.
Ia menambahkan, pembentukan generasi yang cerdas dan berakhlak membutuhkan komitmen pimpinan sekolah serta sinergi lintas instansi.
"Yakin dan percaya, kegiatan seperti ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan dari kepala-kepala sekolah yang hebat dan visioner. Ini adalah bukti nyata kemampuan berkolaborasi antara guru, kepala sekolah, dan dinas pendidikan demi mencetak siswa-siswa yang luar biasa," tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Baolan, Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas), pengawas PAI, jajaran dewan hakim, para kepala sekolah, guru PAI, serta peserta didik.
