Kemenag Dukung Pengaktifan MDA Alkhairaat Tombi
kemenagparigi H. Mohamad Ahdal, S. Fil. I
4 Oktober 2026 21:57:0
Kemenag Dukung Pengaktifan MDA Alkhairaat Tombi
Tombi (Kemenag Sulteng) – Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah H. Moh. Taslim menghadiri peresmian Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Alkhairaat Tombi dan pelantikan Kepala MDA Alkhairaat Tombi di Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, Minggu 4 Oktober 2026.
Kepala MDA Alkhairaat Tombi yang dilantik adalah Ustad Iwan yang juga merupakan Imam Desa Tombi oleh Ketua Majelis Pendidikan Pengurus Besar Alkhairaat, Drs. Abdurrahman Abdillah Y. Rumi, M.Si dan disaksikan Ketua Utama Alkhairaat, Habib Alwi bin Saggaf Aljufri.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Tombi dalam mengaktifkan kembali MDA Alkhairaat yang sebelumnya telah lama terhenti. Pengaktifan kembali madrasah tersebut merupakan hasil dorongan dan kepedulian Komda Alkhairaat Kabupaten Parigi Moutong, pemerintah desa, serta masyarakat setempat terhadap keberlangsungan pendidikan agama bagi generasi muda.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Parigi Moutong yang diwakili Asisten Pemerintahan Dan Kesra, Ketua Utama Alkhairaat Habib Alwi bin Saggaf Aljufri, Perwakilan Pengurus Besar Alkhairaat Pusat, Ketua Komda Alkhairaat, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong, Kepala Seksi Pendidikan Islam, Kepala Desa Tombi, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Ketua Utama Alkhairaat Habib Alwi bin Saggaf Aljufri saat memberikan sambutan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Komda Alkhairaat Kabupaten Parigi Moutong, pemerintah desa, serta masyarakat Desa Tombi yang telah menunjukkan kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan agama.
Menurutnya, keberadaan madrasah di tengah masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai tempat mempelajari ilmu agama, tetapi juga sebagai sarana membentuk karakter, menata kehidupan sosial, dan menyiapkan generasi yang beriman serta bertakwa kepada Allah SWT.

Habib Alwi mengingatkan pentingnya iman dan takwa sebagai landasan kehidupan masyarakat dengan mengutip Surah Al-A’raf ayat 96 yang menjelaskan bahwa penduduk negeri yang beriman dan bertakwa akan memperoleh keberkahan dari langit dan bumi.
Diharapkan melalui pendidikan agama yang berkelanjutan, MDA Alkhairaat Tombi dapat melahirkan generasi yang memiliki akhlak mulia, kepedulian sosial, serta pemahaman tentang kewajiban terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa ilmu merupakan dasar dalam menjalankan ibadah secara benar. Karena itu, anak-anak perlu mendapatkan pendidikan agama sejak dini agar memahami tata cara beribadah sesuai tuntunan ajaran Islam.
Ketua Utama mengibaratkan madrasah sebagai sawah yang menghasilkan ilmu agama, sedangkan masjid menjadi lumbung tempat ilmu dan amal tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Perumpamaan tersebut menegaskan bahwa keberlangsungan pendidikan agama memerlukan dukungan bersama agar ilmu yang dipelajari dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Olehnya, ia mengajak masyarakat Desa Tombi dan sekitarnya untuk mendorong anak-anak mengikuti pendidikan agama serta memberikan perhatian terhadap keberlangsungan MDA Alkhairaat.
Sementara itu pihak Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah sangat mendukung dan mendorong penguatan pendidikan Agama dan Karakter.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulteng H. Moh. Taslim saat menghadiri kegiatan tersebut.
Taslim menyatakan dengan diaktifkannya kembali MDA Alkhairaat Tombi maka anak-anak akan mendapatkan pendidikan dasar Agama.
Tujuan pembinaan pendidikan Islam, yakni membantu menanamkan pemahaman dasar ajaran Islam, membiasakan praktik ibadah yang benar, serta membentuk peserta didik yang berakhlak mulia sejak usia dini.
Dukungan Kemenag terhadap penguatan pendidikan agama dan pembinaan karakter generasi muda melalui lembaga pendidikan keagamaan.
Pengaktifan kembali MDA Alkhairaat Tombi sejalan dengan tujuan pembinaan pendidikan Islam, yakni membantu menanamkan pemahaman dasar ajaran Islam, membiasakan praktik ibadah yang benar, serta membentuk peserta didik yang berakhlak mulia sejak usia dini.
Taslim mengungkapkan keberadaan lembaga pendidikan keagamaan juga diharapkan dapat memperkuat peran keluarga, masyarakat, dan tokoh agama dalam mendampingi pertumbuhan anak-anak agar tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga memiliki landasan spiritual dan moral yang kuat.
Selanjutnya Kementerian Agama akan terus bersinergi dengan pengelola madrasah, Alkhairaat, pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat untuk terus terjaga sehingga MDA Alkhairaat Tombi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi generasi penerus.
Melalui pengaktifan kembali madrasah ini, diharapkan semakin banyak anak di Desa Tombi dan sekitarnya memperoleh akses pendidikan agama sejak dini, memahami kewajiban beribadah, serta tumbuh menjadi generasi yang beriman, bertakwa, berilmu, dan berakhlakul karimah.
Kegiatan peresmian dan pelantikan tersebut menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali peran MDA Alkhairaat Tombi sebagai pusat pembelajaran agama di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi bersama dalam membangun generasi muda Kabupaten Parigi Moutong yang berkualitas dan berkarakter Islami.
Setelah pelantikan Pihak Pengurus Besar Alkhairaat dan Komda serta BANAAT menyerahkan Buku Pedoman, Beras Organik Produksi Badan Usaha Milik Alkhairaat, Buku ATK, Sembako dan Al-Qur'an.
(Roi/Ahdal)