Kemenag Sulteng: Pendidikan Berbasis Agama Menjadi Fondasi Keharmonisan dan Masa Depan Generasi
Ket: Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah H. Moh Taslim saat membuka kegiatan.
Palu (Kemenag Sulteng) - “Dengan dasar agama inilah kita mampu membangun keharmonisan, baik dalam kehidupan keluarga, lingkungan, maupun dalam kehidupan yang lebih luas,” tegas Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah Moh. Taslim saat membuka kegiatan pembinaan guru dan tenaga kependidikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Kota Palu Tahun 2025.
Kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan di MAN Insan Cendekia Kota Palu dan diikuti oleh seluruh unsur pendidik serta peserta didik. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah sebagai pemateri, Kepala Madarasah, para guru dan tenaga kependidikan, serta sebanyak 333 siswa MAN Insan Cendekia Kota Palu.
Dalam sambutannya, Plt. Kakanwil Kemenag Sulteng menyampaikan bahwa MAN Insan Cendekia merupakan salah satu madrasah unggulan yang memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan umat dan bangsa. Ia menuturkan bahwa lulusan MAN Insan Cendekia memiliki peluang yang luas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama maupun berkiprah di berbagai bidang pengabdian, termasuk TNI dan Polri.
Ia menekankan bahwa tanggung jawab besar tersebut tidak terlepas dari peran guru dan tenaga kependidikan sebagai ujung tombak pembinaan. Menurutnya, kualitas dan karakter peserta didik merupakan cerminan langsung dari kualitas pendidik yang membimbing mereka selama berada di madrasah.
“Anak-anak kita hari ini adalah refleksi dari kita sebagai guru dan tenaga pendidik. Jika mereka kelak tidak tampil dengan baik, maka yang akan ditanya adalah siapa gurunya, siapa wali kelasnya, dan bagaimana pembinaannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Plt. Kakanwil menjelaskan bahwa pembinaan di madrasah menjadi tahapan penting setelah pendidikan dalam keluarga. Oleh karena itu, lingkungan MAN Insan Cendekia harus mampu menghadirkan budaya disiplin, keunggulan, dan keteladanan secara konsisten. Ia mengingatkan bahwa tanpa disiplin, keunggulan yang selama ini dibangun akan kehilangan makna dan nilai strategisnya.
“Tenaga pendidik adalah ukuran bagi semuanya. Apa penguatan yang kita berikan kepada mereka selama tiga tahun di sini akan menentukan kualitas mereka di masa depan,” tambahnya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Kementerian Agama berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN Insan Cendekia Kota Palu semakin memperkuat komitmen dalam membina peserta didik secara utuh, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan, sejalan dengan visi pendidikan madrasah Kementerian Agama.

.jpeg)